Saham

Saham PADI ARB Meski Asing Net Buy 53 Juta Saham, Tekanan Jual Dominan

Saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) terkunci di auto rejection bawah meski mencatatkan net buy asing lebih dari 53 juta saham. Tekanan jual besar membuat harga tidak mampu bergerak, mencerminkan kondisi kelebihan suplai yang ekstrem di pasar.

3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Saham PADI terkunci auto rejection bawah meski net buy asing

Kinerja Minna Padi Investama PADI 2025 laba bersih Rp1,81 miliar (Foto:PADI)

Emitenhub.com - Pergerakan saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) pada sesi pertama perdagangan hari ini menunjukkan ketidaksinkronan antara arus transaksi dan pembentukan harga di pasar. Tekanan yang muncul sejak awal sesi langsung tercermin pada pergerakan harga saham.

Saham PADI sempat tertekan hingga menyentuh batas auto rejection bawah di level 85, atau turun 15% dari harga penutupan sebelumnya di 100. Setelah mencapai level tersebut, pergerakan harga berhenti dan bertahan di posisi yang sama sepanjang sesi pertama.

Tekanan jual muncul segera setelah pembukaan di level 91 dan dalam waktu singkat mendorong harga turun ke batas bawah harian. Setelah menyentuh 85, harga terkunci tanpa adanya pergerakan lanjutan, mencerminkan suplai saham yang masuk ke pasar jauh lebih besar dibandingkan minat beli di level tersebut.

Kondisi orderbook memperlihatkan antrean jual yang menumpuk di sejumlah level di atas 85. Sebaliknya, antrean beli terlihat sangat tipis, menciptakan kondisi likuiditas yang tersendat di sisi permintaan.

Net buy asing tercatat mencapai 53,02 juta saham pada perdagangan sesi pertama. Tekanan harga tersebut terjadi di tengah masuknya arus beli asing yang relatif besar. Data transaksi menunjukkan pembelian asing mencapai sekitar 120,35 juta saham, lebih tinggi dibandingkan penjualan asing yang berada di kisaran 67,33 juta saham.

Secara akumulatif, PADI membukukan net buy asing sekitar 53,02 juta saham. Dalam kondisi normal, arus masuk asing bersih kerap menjadi penopang pergerakan harga, namun pada perdagangan hari ini sinyal tersebut tidak tercermin pada kenaikan harga saham.

Situasi ini mencerminkan dominasi tekanan jual dari investor non-asing yang berlangsung lebih agresif. Arus beli asing yang masuk terserap oleh antrean jual yang besar, sehingga tidak cukup kuat untuk mendorong perubahan harga di pasar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun asing mencatatkan arus beli bersih, pasar tetap berada dalam situasi kelebihan suplai yang ekstrem.

Dari sisi volume, total transaksi tercatat sekitar 1,95 juta lot dengan nilai sekitar Rp140,6 miliar. Lonjakan volume yang terjadi bersamaan dengan harga yang terkunci di level auto rejection bawah menjadi penanda tekanan distribusi yang kuat, bukan sekadar koreksi harga biasa.

Aktivitas perdagangan tetap berlangsung tinggi, namun seluruh transaksi terjadi di satu level harga. Situasi ini mencerminkan upaya masif pelaku pasar untuk melepas posisi, sementara daya serap pembeli hanya mampu menahan sebagian kecil tekanan jual yang masuk.

Dari sudut pandang pergerakan harga, tekanan hari ini memperpanjang fase pembalikan tajam setelah reli spekulatif yang berlangsung curam sejak Desember 2025. Usai sempat bergerak hingga area di atas 200, harga PADI berbalik turun cepat dan kini kembali mendekati zona awal reli tersebut.

Arah penurunan yang cepat dan dalam ini menandai proses penyesuaian harga yang masih berlangsung. Perubahan sentimen terlihat jelas, dari kondisi euforia sebelumnya menuju sikap pasar yang lebih defensif.

Dalam jangka sangat pendek, level 85 menjadi titik krusial karena berperan sebagai batas bawah harian sekaligus area psikologis terdekat. Hingga sesi pertama berakhir, belum terlihat adanya serapan permintaan yang menonjol di level tersebut.

Selama harga masih terkunci di area auto rejection bawah dengan antrean jual yang tetap tebal, dinamika pergerakan selanjutnya akan ditentukan oleh perubahan suplai di pasar, bukan semata besarnya arus beli asing yang masuk.

Iklan