Asing Borong Saham BRMS Januari 2026, Kepemilikan Tembus 57,29%
Investor asing mencatatkan akumulasi signifikan saham BRMS sepanjang Januari 2026 yang mendorong kenaikan porsi kepemilikan menjadi 57,29 persen. Perubahan ini diikuti penurunan kepemilikan investor domestik serta konsolidasi pemegang saham utama.
Kinerja saham BRMS terdorong kenaikan harga emas dan target analis Rp1060 (Foto:BRMS)
Emitenhub - Minat investor asing terhadap saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) terlihat menguat pada awal 2026. Sepanjang Januari, aktivitas beli bersih pemodal asing menunjukkan peningkatan tajam. Pergerakan ini menempatkan BRMS sebagai salah satu saham yang paling banyak diakumulasi investor luar negeri.
Berdasarkan laporan Biro Administrasi Efek PT Ficomindo Buana Registrar, investor asing mencatatkan pembelian bersih sebanyak 1,28 miliar lembar saham BRMS selama Januari 2026. Angka tersebut mencerminkan intensitas akumulasi yang konsisten dalam periode sebulan.
Akumulasi tersebut berdampak langsung pada struktur kepemilikan saham perseroan. Pada akhir Desember 2025, kepemilikan asing tercatat sebesar 79,95 miliar lembar saham atau setara 56,39 persen dari total saham beredar.
Porsi tersebut meningkat pada akhir Januari 2026. Investor asing kini menguasai 81,23 miliar lembar saham BRMS dengan persentase kepemilikan naik menjadi 57,29 persen.
Di sisi lain, porsi kepemilikan investor domestik mengalami penurunan. Dalam periode yang sama, jumlah saham yang dipegang investor lokal berkurang sebanyak 1,28 miliar lembar.
Porsi kepemilikan investor domestik tercatat menurun pada Januari 2026. Jumlah saham yang dipegang pemodal lokal turun dari 61,82 miliar lembar atau 43,60 persen pada Desember 2025, menjadi 60,54 miliar lembar atau setara 42,70 persen.
Pada kelompok pemegang saham pengendali dan utama dengan kepemilikan di atas 5 persen, terdapat empat entitas yang mendominasi struktur pemegang saham. Emirates Tarian Global Ventures SPC masih menempati posisi terbesar dengan kepemilikan 35,59 miliar lembar saham atau 25,10 persen. Di posisi berikutnya, Glas Trust (Singapore) Ltd menguasai 10,78 miliar lembar saham atau 7,60 persen, disusul investor individu Sugiman Halim dengan kepemilikan 10,56 miliar lembar saham atau 7,45 persen.
PT CGS International Sekuritas Indonesia juga masuk dalam jajaran pemegang saham utama dengan kepemilikan 5,24 persen. Sekuritas tersebut tercatat menggenggam sekitar 7,43 miliar lembar saham BRMS.
Jumlah pemegang saham BRMS hingga 31 Januari 2026 tercatat sebanyak 102.288 investor. Basis pemegang saham ini mencerminkan sebaran kepemilikan yang luas di pasar.
Porsi saham publik dengan kepemilikan di bawah 5 persen mencapai 54,58 persen atau setara 77,39 miliar lembar saham. Dengan struktur tersebut, perseroan memenuhi ketentuan penurunan tarif pajak penghasilan badan karena saham publik melampaui 40 persen dan dimiliki oleh lebih dari 300 pihak.


