Laba Bersih ISAT 2026 Diproyeksi Tumbuh, FiberCo dan GPUaaS Jadi Katalis Baru
Laba bersih ISAT diproyeksikan tumbuh satu digit pada 2026 dengan dukungan pembentukan FiberCo dan ekspansi GPU-as-a-Service. Kinerja 2025 menunjukkan pemulihan solid dengan laba bersih Rp5,5 triliun dan ARPU tertinggi sejak 2022.
Indosat ISAT menyetorkan aset fiber optik Rp8,18 triliun ke Infra Fiber Teknologi
Emitenhub - Prospek kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) pada 2026 diperkirakan tetap bertumbuh meski dalam kisaran satu digit. Tambahan katalis berasal dari pembentukan entitas FiberCo yang menjadi bagian strategi pengembangan bisnis infrastruktur digital.
Perseroan diperkirakan menerima dana sekitar USD700 juta pada kuartal II atau III 2026 dari transaksi pengalihan jaringan fiber optik. Nilai tersebut menjadi komponen penting dalam struktur pendanaan tahun berjalan.
Riset Stockbit menyebut ISAT berpeluang menjaga momentum untuk memenuhi panduan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA 2026 pada kisaran menengah hingga tinggi satu digit. Proyeksi ini mencerminkan arah pertumbuhan yang tetap positif.
Dengan kepemilikan 45 persen di FiberCo, ISAT tidak akan mengonsolidasikan kinerja keuangan entitas tersebut meski tetap memegang kendali operasional. Pembentukan FiberCo membuka ruang pengembangan bisnis fiber, terutama pada segmen fiber-to-the-home (FTTH).
Sumber pertumbuhan berikutnya berasal dari lini GPU-as-a-Service (GPUaaS) yang mulai dikembangkan perseroan. Segmen ini diharapkan menjadi tambahan mesin pendapatan baru dalam portofolio bisnis digital ISAT.
Kinerja Indosat sepanjang 2025 mencatat pemulihan yang solid. Peningkatan average revenue per user (ARPU) menjadi faktor utama yang menopang perbaikan tersebut.
Sepanjang 2025, ISAT mencatat laba bersih Rp5,5 triliun. Angka ini meningkat 12 persen secara tahunan dibandingkan Rp4,9 triliun pada periode sebelumnya. Kinerja tersebut menandai perbaikan profitabilitas perseroan.
Riset Stockbit menyebut pertumbuhan laba bersih serta penguatan margin mencerminkan membaiknya dinamika persaingan harga di industri telekomunikasi. Perubahan ini menjadi salah satu faktor pendukung stabilitas kinerja operator.
Laba usaha ISAT tercatat stabil di Rp10,8 triliun. Kinerja ini ditopang kenaikan pendapatan 1 persen secara tahunan serta penurunan beban operasional 10 persen, meski beban pokok pendapatan meningkat 4 persen. Struktur biaya menunjukkan penyesuaian efisiensi.
Sepanjang 2025, total pendapatan mencapai Rp56,51 triliun. Segmen selular menyumbang Rp47,35 triliun, diikuti multimedia, komunikasi data, dan internet (MIDI) Rp8,34 triliun, serta telekomunikasi tetap Rp817,6 miliar.
EBITDA meningkat tipis 0,8 persen menjadi Rp26,59 triliun dengan margin terjaga di level 47 persen. Pada kuartal IV-2025, laba bersih naik 86 persen menjadi Rp1,9 triliun seiring ARPU mencapai Rp44 ribu, tertinggi sejak 2022.


