Harga Wajar AADI Masih Tinggi, Saham Lagi Diobral? Simak Analisis Lengkapnya
AADI mencatat penurunan pendapatan dan laba bersih hingga September 2025, namun broker masih mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp10.200. Pelemahan laba terutama dipengaruhi penurunan kontribusi entitas asosiasi dan turunnya ASP batu bara. Valuasi AADI dinilai masih menarik karena diperdagangkan di bawah rata-rata PBV satu tahun.
Analisis prospek harga batu bara 2025–2026 dan rekomendasi saham AADI menurut BRI Danareksa
Emitenhub - Harga wajar saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dinilai masih jauh di atas level saat ini, seiring kinerja keuangan yang sesuai dengan perkiraan analis. Sejumlah broker mempertahankan rekomendasi positif terhadap saham AADI dengan target harga yang tetap tinggi.
Riset Phintraco Sekuritas mencatat, pendapatan AADI turun 10,9% menjadi US$3,61 miliar hingga September 2025, atau sekitar 70,5% dari estimasi sepanjang tahun. Dari sisi segmentasi pasar, pendapatan ekspor melemah 14,3% menjadi US$2,78 miliar.
Dari sisi laba, kinerja AADI tertekan akibat penurunan kontribusi entitas asosiasi serta tingginya beban pajak penghasilan. Laba sebelum pajak tercatat turun 39,1% menjadi US$813 juta, dipengaruhi penurunan keuntungan entitas asosiasi dan ventura bersama setelah pelepasan investasi pada ADMR yang anjlok 94,4% menjadi US$4 juta.
Laba bersih AADI turun 45,4% menjadi US$587 juta pada periode tersebut, seiring penurunan beban pajak yang hanya berkurang 5,7% menjadi US$158 juta.
“Pelemahan laba bersih mendorong penurunan NPM menjadi 16,3% dari 26,5%. Harga acuan batu bara global diperkirakan stabil di bawah US$110 per ton,” tulis Phintraco, dikutip Kamis (4/12/2025).
Proyeksi dan Target Harga
Meskipun permintaan batu bara dari China masih relatif kuat, impor negara tersebut diperkirakan turun ke kisaran 470–500 juta ton hingga akhir 2025 akibat melemahnya harga batu bara domestik. Phintraco Sekuritas memperkirakan penjualan ekspor AADI ikut melemah, terutama karena penurunan ASP batu bara, sehingga pendapatan AADI diproyeksikan turun 3,8% menjadi US$5,12 miliar sepanjang 2025.
Sejalan dengan kinerja AADI yang sesuai estimasi sebelumnya, Phintraco mempertahankan nilai wajar saham AADI di level Rp10.200 dengan rekomendasi buy. Saat ini, AADI diperdagangkan pada PBV 1,03 kali, atau berada di bawah rata-rata PBV satu tahun sebesar 1,08 kali.


