Saham

Laba AALI Naik 28% di 2025, Pendapatan Tembus Rp28,6 Triliun

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,47 triliun pada 2025, tumbuh 27,83 persen secara tahunan. Pertumbuhan kinerja didorong kenaikan pendapatan menjadi Rp28,65 triliun, disertai perbaikan struktur neraca dengan liabilitas yang menurun signifikan.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Kinerja keuangan Astra Agro Lestari (AALI) tahun 2025

Kinerja keuangan Astra Agro Lestari (AALI) tahun 2025 (Foto:AALI)

Emitenhub - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat pertumbuhan kinerja sepanjang 2025 dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,47 triliun atau setara Rp764,65 per saham. Capaian tersebut meningkat 27,83 persen dibandingkan laba tahun sebelumnya sebesar Rp1,15 triliun atau Rp596,22 per saham.

Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2025 yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, pendapatan bersih AALI tercatat tumbuh 31,30 persen menjadi Rp28,65 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan perseroan berada di level Rp21,82 triliun.

Kenaikan pendapatan diikuti peningkatan beban pokok pendapatan AALI sebesar 30,05 persen menjadi Rp24,02 triliun pada 2025, dari Rp18,47 triliun pada 2024. Meski demikian, laba kotor emiten produsen crude palm oil (CPO) dengan total aset Rp27,047 triliun per Desember 2025 tetap tumbuh 38,62 persen menjadi Rp4,63 triliun, dibandingkan Rp3,34 triliun pada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, total beban AALI tercatat meningkat 47,24 persen dari Rp1,63 triliun menjadi Rp2,40 triliun sepanjang 2025. Dengan struktur tersebut, perseroan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp2,23 triliun, naik 30,41 persen dari Rp1,71 triliun pada 2024, sementara laba tahun berjalan mencapai Rp1,54 triliun, tumbuh 29,41 persen dari Rp1,19 triliun.

Pada sisi neraca, total liabilitas AALI per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp2,88 triliun, turun 48,48 persen dibandingkan posisi Rp5,59 triliun per 31 Desember 2023. Sementara itu, ekuitas perseroan mencapai Rp24,15 triliun pada akhir 2025, meningkat 4,09 persen dari Rp23,20 triliun per 31 Desember 2024.

Iklan