Saham DEWA Anjlok Akibat Aksi Jual dan Divestasi Investor Besar
Saham DEWA kembali melemah pada perdagangan Jumat setelah aksi jual besar menekan harga, melanjutkan tren negatif sejak awal Desember. Penjualan 335,7 juta saham oleh Andhesti Tungkas Pratama turut menambah tekanan, sehingga kepemilikannya turun menjadi 9,35%. DEWA mencatat net sell puluhan miliar di tengah tingginya volume transaksi.
Grafik penurunan saham DEWA dan sentimen pasar yang menekan emiten tambang
Emintenhub - Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) kembali bergerak melemah pada sesi I perdagangan Jumat (5/12/2025), tertekan oleh aksi jual investor.
Pada pukul 09.18 WIB, saham DEWA turun 2,34% ke level Rp418. Tercatat sebanyak 484,8 juta saham diperdagangkan dengan 16.126 transaksi dan nilai transaksi mencapai Rp202,31 miliar.
Saham emiten Grup Bakrie ini terkena tekanan jual cukup besar. Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, DEWA membukukan net sell sebesar Rp27,8 miliar.
Saham Darma Henwa tercatat terus berada di zona merah sejak 3 Desember 2025. Pada Kamis (4/12/2025), saham DEWA bahkan anjlok hingga 6,96%.
Di sisi lain, PT Andhesti Tungkas Pratama menjual 335.768.700 saham DEWA pada harga Rp422 per saham pada 28 November 2025, dengan nilai transaksi mencapai Rp141,69 miliar. Setelah penjualan tersebut, kepemilikan Andhesti menyusut menjadi 3.805.013.366 saham atau sekitar 9,35%.
“Tujuan transaksi adalah divestasi saham,” ujar Direktur DEWA Mukson Arif Rosyidi dalam keterbukaan informasi terkait penjualan saham oleh Andhesti.


