IPO RLCO Diserbu Investor, Oversubscribed Gila-Gilaan! Begini Prospek dan Kinerjanya
RLCO resmi melantai di BEI sebagai emiten ke-25 pada 2025 dengan harga IPO Rp168 per saham. Antusiasme investor sangat tinggi hingga terjadi oversubscribe lebih dari 89 miliar lembar, membuat banyak investor hanya mendapat 1 lot. RLCO yang membukukan lonjakan laba 579% kini berekspansi di sektor kesehatan konsumen melalui lini produk seperti Realfood.
Pergerakan harga saham RLCO setelah IPO dengan catatan ARA 17 kali beruntun
Emitenhub - PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (8/12/2025). Perseroan menjadi emiten ke-25 yang melantai di BEI sepanjang 2025.
“RLCO bergerak di sektor barang konsumen primer dengan subindustri ikan, daging, dan produk unggas,” demikian pengumuman BEI pada Sabtu (6/12/2025).
BEI menjelaskan bahwa harga penawaran umum perdana (IPO) saham RLCO ditetapkan sebesar Rp168 per lembar, dengan total 3.125.000.000 saham dicatatkan. Nilai tersebut menghasilkan kapitalisasi pasar awal sekitar Rp525 miliar.
Abadi Lestari Indonesia (RLCO) menawarkan 625 juta saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor dalam proses IPO. Perseroan mematok harga Rp168 per saham, sehingga total dana yang dihimpun mencapai Rp105 miliar. Masa penawaran umum berlangsung pada 2–4 Desember 2025 dengan Samuel Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi.
IPO RLCO disambut sangat antusias. Minat investor pasar modal terlihat tinggi, seolah “haus” akan penawaran saham perdana. Berdasarkan data BEI, jumlah investor yang tercatat sebagai pemegang saham RLCO melalui IPO mencapai 518.152 pihak, sedangkan pendiri (founders) terdiri dari empat pihak.
Dengan hanya 625 juta saham yang dilepas ke publik, tercatat pemesanan (oversubscribe) mencapai 89.494.029.900 saham. Di platform Stockbit Sekuritas, banyak pengguna membagikan unggahan bahwa mereka hanya memperoleh alokasi 1 lot pada penjatahan IPO RLCO.
“RLCO 1 lot doang,” tulis salah satu pengguna Stockbit Sekuritas pada Jumat (5/12/2025). Pengguna lain menambahkan, “RLCO sepertinya IPO hunter makin banyak. Pesan 343 lot dapat 1 lot.”
Sebagai informasi, jumlah perusahaan yang melantai di BEI sepanjang 2025 berkurang dibandingkan 2024 yang mencapai 41 perusahaan. Menjelang akhir tahun, RLCO menjadi emiten ke-25 yang tercatat, dengan satu perusahaan lagi yang tengah bersiap IPO, yakni PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA).
Abadi Lestari Indonesia (RLCO) tumbuh dari eksportir sarang burung walet menjadi salah satu pemain di sektor kesehatan konsumen di Indonesia. Menyesuaikan perubahan preferensi dan kebutuhan kesehatan masyarakat, perseroan bertransformasi dari penjualan bahan mentah menjadi produsen produk superfood melalui anak usahanya. Salah satu merek yang berada di bawah grup ini adalah Realfood, yang dikelola melalui PT Realfood Winta Asia.
Portofolio perseroan mencakup minuman sarang burung walet, kaldu ayam tinggi protein, suplemen kolagen, serta inovasi nutrisi berbasis protein yang mendukung energi harian, pemulihan cepat, dan vitalitas jangka panjang. Untuk ekspor, perseroan menangani pengiriman produk sarang burung walet olahan ke pasar China, sementara ekspor ke negara non-China dikelola melalui entitas anak.
Dalam lima bulan pertama 2025 hingga 31 Mei, Abadi Lestari Indonesia (RLCO) membukukan laba bersih Rp12,38 miliar, melonjak 579% dibandingkan Rp1,82 miliar pada periode yang sama 2024.
Penjualan perseroan selama periode tersebut mencapai Rp231,31 miliar, naik 47,5% dari Rp156,76 miliar pada tahun sebelumnya.


