PGEO Serahkan Dokumen PLTP Bukit Daun ke PLN, Proyek Panas Bumi Bengkulu Siap Dievaluasi
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyerahkan dokumen teknis proyek PLTP Bukit Daun kepada PLN sebagai bagian dari proses evaluasi sebelum konstruksi. Proyek panas bumi di Bengkulu ini dirancang berkapasitas hingga 60 MW dan diharapkan memperkuat sistem kelistrikan regional.
PGEO Cairkan Dividen Tunai USD123,9 Juta atau Rp49,44 per Saham Tahun Buku 2025 (Foto PGEO)
Emitenhub.com - Pengembangan energi panas bumi kembali diperkuat melalui proyek PLTP Bukit Daun di Bengkulu. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melanjutkan proses proyek tersebut dengan menyerahkan dokumen teknis kepada PT PLN (Persero).
Penyerahan dokumen tersebut menjadi bagian dari tahapan evaluasi sebelum proyek memasuki fase konstruksi hingga operasi komersial. Proses ini diperlukan untuk memastikan kesiapan proyek dalam mendukung sistem kelistrikan berbasis energi terbarukan.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Edwil Suzandi, menyampaikan proyek PLTP Bukit Daun diharapkan mampu memperkuat sistem kelistrikan regional sekaligus memperluas pemanfaatan energi bersih di Indonesia.
“PLTP Bukit Daun akan memperkuat keandalan sistem kelistrikan Bengkulu dan sekitarnya serta mendukung peningkatan bauran energi bersih nasional,” ujar Edwil dalam keterbukaan informasi, Jumat, 6 Maret 2026.
PLTP Bukit Daun dirancang memiliki kapasitas 2x25 megawatt (MW) dan 2x5 MW. Penyerahan dokumen teknis tersebut menjadi bagian dari evaluasi PLN dalam proses pembelian listrik dari pembangkit energi baru dan terbarukan melalui skema Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL).
Melalui proses tersebut, proyek akan dinilai dari berbagai aspek mulai dari teknis, keekonomian, hingga kesiapan integrasi dengan sistem kelistrikan nasional. Evaluasi juga mencakup kajian reservoir, desain fasilitas produksi, serta skema interkoneksi ke jaringan listrik regional.
PLTP Bukit Daun berada di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Hululais yang meliputi Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong di Provinsi Bengkulu. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan potensi panas bumi strategis di Sumatra karena karakteristik geologinya yang mendukung terbentuknya sumber daya panas bumi.
Pengembangan proyek Bukit Daun juga menjadi bagian dari penguatan portofolio panas bumi PGEO di kawasan tersebut. Pada area Hululais yang sama, perseroan saat ini juga tengah mengembangkan PLTP Hululais Unit 1 dan 2 dengan kapasitas terpasang sebesar 110 MW.
PGEO saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi. Portofolio tersebut menjadikan perseroan sebagai salah satu pengembang panas bumi utama dalam sistem kelistrikan nasional.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan sejumlah proyek strategis lain. Salah satunya proyek co-generation bersama PLN Indonesia Power dengan kapasitas sekitar 230 MW.
Pengembangan proyek panas bumi tersebut sejalan dengan target peningkatan kapasitas pembangkit energi baru dan terbarukan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Dokumen perencanaan tersebut menempatkan energi bersih sebagai porsi dominan dalam penambahan kapasitas pembangkit nasional.


