Pendapatan PGEO Naik ke USD432 Juta, Laba Justru Turun Akibat Lonjakan Beban
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatat pendapatan USD432,72 juta pada 2025 atau meningkat dibanding tahun sebelumnya. Namun laba bersih perseroan turun menjadi USD137,66 juta akibat kenaikan beban pokok pendapatan.
PGEO Cairkan Dividen Tunai USD123,9 Juta atau Rp49,44 per Saham Tahun Buku 2025 (Foto PGEO)
Emitenhub.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatat peningkatan pendapatan sepanjang 2025, namun laba bersih perseroan justru tertekan akibat kenaikan beban pokok pendapatan.
Berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025, PGEO membukukan pendapatan sebesar USD432,72 juta. Nilai tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD407,12 juta.
Laporan keuangan tersebut diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwanto Susanti dan Surja.
Sumber utama pendapatan PGEO berasal dari penjualan listrik panas bumi di sejumlah wilayah kerja panas bumi. Area operasi tersebut mencakup Kamojang, Ulubelu, Lahendong, Lumut Balai, dan Karaha.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan meningkat menjadi USD199,66 juta pada 2025. Pada tahun sebelumnya, pos biaya tersebut tercatat sebesar USD166,72 juta.
Kenaikan beban tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya dua komponen biaya utama dalam struktur operasional perusahaan.
Beban penyusutan tercatat meningkat menjadi USD126,92 juta pada 2025. Pada tahun sebelumnya, pos biaya ini berada di level USD112,26 juta.
Selain itu, komponen upah dan tunjangan juga mengalami lonjakan signifikan. Nilainya meningkat sekitar 62,95% menjadi USD45,60 juta pada 2025 dari sebelumnya USD27,98 juta.
Kenaikan biaya yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan pendapatan turut menekan laba bruto perusahaan. Laba bruto PGEO tercatat sebesar USD233,06 juta pada 2025, turun dari USD240,39 juta pada tahun sebelumnya.
Setelah memperhitungkan beban usaha dan beban pajak, laba tahun berjalan PGEO tercatat sebesar USD137,66 juta. Angka ini lebih rendah dibandingkan laba tahun berjalan sebesar USD160,30 juta pada 2024.
Kepentingan nonpengendali tercatat relatif kecil dalam laporan keuangan perseroan. Pada 2025 nilainya sebesar USD30.000, sedangkan pada 2024 tercatat USD192.000.
Dengan komposisi tersebut, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tidak berbeda signifikan dari laba tahun berjalan perusahaan.
Sementara itu, laba per saham dasar yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar USD0,0033 pada 2025. Angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD0,0039.


