Laba ADRO Anjlok 68% di 2025, Pendapatan Turun dan Operasi Dihentikan Tak Lagi Berkontribusi
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatat penurunan laba bersih tajam pada 2025 menjadi USD489,85 juta. Penurunan ini dipengaruhi turunnya pendapatan serta tidak adanya kontribusi dari operasi yang dihentikan seperti pada tahun sebelumnya.
Ilustrasi aksi korporasi DOID usai pembelian saham 29Metals senilai USD10,7 juta yang mengerek kepemilikan grup menjadi 22,13 persen (Foto:AADI)
Emitenhub.com - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatat penurunan signifikan pada kinerja laba sepanjang tahun buku 2025. Tekanan tersebut terjadi seiring turunnya pendapatan serta tidak adanya kontribusi dari operasi yang dihentikan seperti pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025 yang dikutip Sabtu (6/3/2026), Alamtri Resources membukukan laba bersih sebesar USD489,85 juta. Nilai ini turun 68,52% dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang mencapai USD1,56 miliar.
Dari sisi laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, perseroan mencatat USD447,69 juta pada 2025. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan capaian USD1,38 miliar pada 2024.
Penurunan laba tersebut terutama dipengaruhi oleh tidak adanya kontribusi keuntungan dari operasi yang dihentikan seperti yang tercatat pada tahun sebelumnya.
Pada 2024, laba dari operasi yang dihentikan tercatat sebesar USD918,65 juta. Pada tahun buku 2025, pos tersebut tidak lagi memberikan kontribusi terhadap kinerja perseroan.
Pendapatan usaha Alamtri Resources sepanjang 2025 tercatat sebesar USD1,87 miliar. Nilai ini turun 9,87% dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang mencapai USD2,08 miliar, dengan kontribusi utama berasal dari kegiatan pertambangan serta jasa pendukung melalui berbagai entitas anak.
Di tengah penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan justru meningkat menjadi USD1,24 miliar pada 2025 dari USD1,20 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan biaya tersebut menekan laba bruto perusahaan. Laba bruto Alamtri Resources tercatat sebesar USD636,64 juta pada 2025, turun 27,16% dibandingkan USD873,99 juta pada 2024.
Perusahaan juga melakukan efisiensi operasional sepanjang tahun berjalan. Beban usaha turun menjadi USD107,15 juta pada 2025 dari USD140,36 juta pada 2024, sementara beban lain-lain menurun menjadi USD11,91 juta dibandingkan USD22,24 juta pada tahun sebelumnya.
Penurunan biaya tersebut belum mampu menahan pelemahan laba usaha perusahaan. Sepanjang 2025, laba usaha Alamtri Resources tercatat sebesar USD517,58 juta, turun 27,24% dibandingkan capaian USD711,40 juta pada 2024.
Dari sisi aktivitas keuangan, perseroan mencatat penghasilan keuangan sebesar USD97,53 juta pada 2025. Sementara itu, biaya keuangan tercatat sebesar USD18,51 juta, dengan tambahan kontribusi laba dari ventura bersama sebesar USD15,86 juta.
Di sisi neraca, total aset Alamtri Resources per 31 Desember 2025 mencapai USD6,82 miliar. Nilai ini meningkat 1,71% dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar USD6,70 miliar.
Komposisi aset tersebut terdiri dari aset lancar sebesar USD2,21 miliar dan aset tidak lancar sebesar USD4,61 miliar. Kas dan setara kas tercatat USD1,04 miliar pada akhir 2025, sementara aset tetap meningkat menjadi USD2,36 miliar dibandingkan USD1,53 miliar pada tahun sebelumnya.
Total liabilitas Alamtri Resources per akhir 2025 tercatat sebesar USD1,81 miliar. Nilai tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar USD1,33 miliar.
Liabilitas tersebut terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar USD860,88 juta dan liabilitas jangka panjang sebesar USD952,16 juta. Kenaikan liabilitas terutama berasal dari peningkatan utang bank jangka panjang yang mencapai USD704,37 juta.
Sementara itu, total ekuitas perseroan tercatat sebesar USD5,00 miliar pada akhir 2025. Posisi ini menurun dibandingkan ekuitas sebesar USD5,37 miliar pada akhir 2024.
Penurunan ekuitas tersebut dipengaruhi antara lain oleh pembayaran dividen serta transaksi saham treasuri yang dilakukan sepanjang tahun buku 2025.


