Saham

Laba Ultrajaya (ULTJ) Naik 19% di 2025 Meski Penjualan Turun Tipis

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mencatat laba bersih Rp1,35 triliun pada 2025 atau naik sekitar 19%. Kenaikan laba terjadi meski penjualan turun tipis menjadi Rp8,76 triliun.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Kinerja keuangan Ultrajaya ULTJ 2025 dengan kenaikan laba bersih

Kinerja keuangan Ultrajaya ULTJ 2025 dengan kenaikan laba bersih (Foto:ULTJ(

Emitenhub.com - Penjualan bersih PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp8,76 triliun. Nilai tersebut turun tipis 1,19% dibandingkan penjualan tahun 2024 yang mencapai Rp8,87 triliun.

Meski penjualan mengalami penurunan, perseroan tetap mencatat pertumbuhan laba. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,35 triliun atau Rp130 per saham pada 2025, meningkat 19,06% dibandingkan laba Rp1,13 triliun atau Rp109 per saham pada 2024.

Berdasarkan laporan keuangan Desember 2025 yang dipublikasikan Senin, 9 Maret 2026, peningkatan laba tersebut ditopang oleh penurunan beban usaha. Total beban usaha turun 24,75% menjadi Rp1,18 triliun pada 2025 dari Rp1,57 triliun pada tahun sebelumnya. Beban tersebut terdiri dari beban penjualan sebesar Rp1,01 triliun dan beban umum serta administrasi sebesar Rp261 miliar.

Penurunan beban usaha turut mendorong kenaikan laba usaha perusahaan. Laba usaha ULTJ tercatat sebesar Rp1,68 triliun pada 2025, naik 16,36% dibandingkan Rp1,44 triliun pada tahun 2024.

Total aset ULTJ per Desember 2025 tercatat sebesar Rp9,25 triliun. Nilai ini meningkat 9,36% dibandingkan posisi aset pada Desember 2024 yang sebesar Rp8,46 triliun.

Pada periode yang sama, jumlah liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp937 miliar, sedangkan ekuitas mencapai Rp8,31 triliun.

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) bergerak di sektor industri makanan dan minuman, khususnya produk minuman susu dan teh. Perusahaan ini didirikan pada 1958 di Bandung, Jawa Barat, sebagai industri rumah tangga yang memproduksi susu kemasan sebelum kemudian melantai di Bursa Efek Indonesia melalui IPO pada 1990.

Perseroan juga pernah memproduksi jus kemasan Buavita yang kemudian diakuisisi oleh Unilever Indonesia pada 2008. Sejumlah produk yang dikenal luas di pasar antara lain Ultra Milk, Ultra Susu Kental Manis, Ultra Mimi, Teh Kotak, Sari Asem Asli, Sari Kacang Ijo, serta produk keju hasil kolaborasi dengan Kraft Heinz. Ultra Milk selama bertahun-tahun memimpin segmen susu cair, sementara Teh Kotak menjadi salah satu produk utama di segmen teh siap minum dalam kemasan karton.

Iklan