Bukalapak (BUKA) Cetak Laba Rp3,14 Triliun pada 2025, Berbalik dari Rugi Tahun Sebelumnya
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatat laba bersih Rp3,14 triliun pada 2025, berbalik dari rugi Rp1,55 triliun pada 2024. Kinerja ini didorong pertumbuhan pendapatan, efisiensi biaya operasional, serta lonjakan keuntungan investasi.
Ilustrasi kinerja keuangan Bukalapak (BUKA) yang berbalik laba pada 2025 (Foto:BUKA)
Emitenhub.com - Kinerja PT Bukalapak Tbk (BUKA) berbalik positif sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba bersih Rp3,14 triliun, setelah pada tahun sebelumnya masih mencatat rugi bersih Rp1,55 triliun.
Laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang dipublikasikan Jumat (13/3/2026) menunjukkan laba per saham dasar BUKA mencapai Rp31,91. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan mencatat rugi per saham sebesar Rp15,00.
Pertumbuhan kinerja tersebut didorong peningkatan pendapatan serta kontribusi keuntungan investasi. Sepanjang 2025, pendapatan neto Bukalapak tercatat Rp6,51 triliun. Angka itu naik 45,96 persen dibandingkan pendapatan 2024 sebesar Rp4,46 triliun.
Segmen gaming menjadi sumber pendapatan terbesar dengan kontribusi Rp5,35 triliun. Sementara itu, segmen online to offline menyumbang Rp794,47 miliar, ritel Rp301,78 miliar, dan investasi sebesar Rp66,58 miliar.
Kenaikan pendapatan turut diikuti peningkatan beban pokok pendapatan Perseroan. Sepanjang 2025, pos tersebut tercatat Rp5,99 triliun, meningkat dari Rp3,74 triliun pada 2024. Namun, pengendalian biaya operasional lainnya berhasil dijalankan.
Beban penjualan dan pemasaran turun menjadi Rp212,68 miliar dari Rp328,44 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan lebih tajam terlihat pada beban umum dan administrasi yang menyusut menjadi Rp490,05 miliar dari Rp1,45 triliun pada 2024.
Tambahan dukungan terhadap kinerja laba juga datang dari pendapatan operasi lainnya yang mencapai Rp227,09 miliar pada 2025. Angka ini meningkat dari Rp92,80 miliar pada 2024. Perseroan juga membukukan laba nilai investasi bersih Rp2,37 triliun pada 2025. Pada tahun sebelumnya, pos ini justru mencatat rugi nilai investasi neto Rp1,54 triliun.
Kinerja operasional Bukalapak berbalik positif pada 2025. Perseroan mencatat laba usaha Rp2,41 triliun setelah pada 2024 masih membukukan rugi usaha Rp2,51 triliun.
Total aset BUKA per Desember 2025 tercatat Rp26,03 triliun. Nilai tersebut meningkat 4,96 persen dibandingkan posisi aset per Desember 2024 yang sebesar Rp24,80 triliun.
Liabilitas perusahaan juga menunjukkan penurunan. Per Desember 2025, total liabilitas Bukalapak tercatat Rp717,30 miliar dari sebelumnya Rp1,09 triliun pada 2024. Sementara itu, ekuitas meningkat menjadi Rp25,31 triliun dibandingkan Rp23,70 triliun pada periode sebelumnya.


