Saham

ADMR Naik ke 1.940, Asing Catat Net Buy Rp23,51 Miliar dalam Sepekan

Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) ditutup menguat ke level 1.940 pada Jumat, 13 Maret 2026. Penguatan ini terjadi di tengah kenaikan aktivitas transaksi dan pembelian bersih investor asing yang secara akumulatif mencapai Rp23,51 miliar dalam lima hari perdagangan terakhir.

4 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi pergerakan saham ADMR yang menguat ke level 1.940 disertai pembelian bersih investor asing

Ilustrasi pergerakan saham ADMR yang menguat ke level 1.940 disertai pembelian bersih investor asing (Foto:ADMR)

Emitenhub.com - Pergerakan saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dalam sepekan terakhir mencerminkan aktivitas perdagangan yang cukup dinamis. Menjelang akhir periode, aliran dana asing kembali tercatat masuk ke saham ini.

Pada penutupan Jumat, 13 Maret 2026, saham ADMR berakhir di level 1.940. Posisi itu naik 60 poin atau 3,19 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Sepanjang sesi perdagangan, saham ADMR bergerak pada kisaran 1.860 hingga 1.985 setelah dibuka di level 1.880. Harga rata-rata transaksi tercatat di sekitar 1.954. Perdagangan terlihat aktif.

Nilai transaksi ADMR pada 13 Maret mencapai sekitar Rp117,64 miliar dengan volume sekitar 602 ribu lot. Frekuensi transaksi tercatat sekitar 11,47 ribu kali. Angka tersebut menunjukkan minat transaksi yang meningkat dibandingkan beberapa hari perdagangan sebelumnya dalam pekan yang sama.

Perdagangan ADMR bergerak naik turun dalam lima hari bursa terakhir.

Pada 9 Maret, volume transaksi saham ADMR tercatat sekitar 686,84 ribu lot. Frekuensi transaksi mencapai sekitar 14,79 ribu kali, sementara nilai transaksinya sebesar Rp127,33 miliar.

Volume perdagangan pada 10 Maret berada di kisaran 469,67 ribu lot dengan frekuensi sekitar 8,92 ribu kali dan nilai transaksi sekitar Rp91 miliar. Pada 11 Maret, volumenya tercatat sekitar 432,48 ribu lot, frekuensi sekitar 10,57 ribu kali, dan nilai transaksi sekitar Rp83,29 miliar.

Aktivitas perdagangan kembali meningkat pada 12 Maret dengan volume sekitar 538,48 ribu lot dan frekuensi sekitar 9,86 ribu kali. Nilai transaksi pada hari itu mencapai sekitar Rp102,06 miliar, sebelum kembali naik pada perdagangan 13 Maret.

Pergerakan harga saham ADMR dalam periode tersebut bergerak fluktuatif. Pada 9 Maret, saham ini ditutup di level 1.945 setelah sempat berada dalam rentang 1.760 hingga 1.950. Sehari kemudian, pada 10 Maret, harga penutupan naik ke level 1.960 dengan kisaran pergerakan 1.905 sampai 1.985.

Tekanan cukup besar terjadi pada 11 Maret saat saham ADMR turun sekitar 100 poin atau 5,10 persen ke level 1.860. Pada hari yang sama, harga sempat menyentuh level tertinggi 2.010 sebelum berbalik melemah.

Pemulihan mulai terlihat pada perdagangan 12 Maret ketika saham ADMR naik 20 poin atau sekitar 1,08 persen ke level 1.880. Penguatan itu berlanjut pada 13 Maret dengan kenaikan sekitar 3,19 persen hingga kembali bergerak di area 1.940.

Asing Masih Menyimpan Dana Rp23,51 Miliar

Pergerakan dana investor asing pada saham ADMR sepanjang periode tersebut juga berlangsung dinamis. Pada 9 Maret, investor asing membukukan pembelian bersih sekitar Rp7,83 miliar dari nilai pembelian Rp40,28 miliar dan penjualan sekitar Rp32,45 miliar.

Tekanan jual asing meningkat pada 10 Maret. Nilai penjualan tercatat sekitar Rp33,39 miliar, sedangkan pembelian berada di kisaran Rp11,88 miliar. Dengan posisi itu, investor asing membukukan penjualan bersih sekitar Rp21,52 miliar.

Arus jual asing masih berlanjut pada 11 Maret dengan nilai penjualan bersih sekitar Rp3,26 miliar. Pada hari yang sama, nilai pembelian asing tercatat sekitar Rp9,03 miliar dan penjualan sekitar Rp12,29 miliar.

Arah aliran dana asing kembali berubah dalam dua hari perdagangan berikutnya. Pada 12 Maret, investor asing mencatat pembelian bersih sekitar Rp6,10 miliar dengan nilai pembelian Rp16,53 miliar dan penjualan sekitar Rp10,42 miliar.

Arus dana asing menguat pada 13 Maret dengan pembelian bersih sekitar Rp34,36 miliar. Nilai pembelian asing pada hari itu mencapai sekitar Rp55,98 miliar, sedangkan penjualan berada di kisaran Rp21,62 miliar.

Secara akumulatif dalam lima hari perdagangan terakhir, investor asing masih membukukan pembelian bersih sekitar Rp23,51 miliar pada saham ADMR. Data ini menunjukkan aliran dana asing kembali masuk setelah sempat tertekan oleh aksi jual pada awal pekan.

Aktivitas broker pada perdagangan ADMR tanggal 9 Maret memperlihatkan distribusi transaksi yang cukup ramai. Dari sisi pembelian, nilai terbesar tercatat melalui BNI Sekuritas (NI) sekitar Rp23,9 miliar atau setara 122,6 ribu lot pada harga rata-rata 1.936.

Aksi beli juga muncul melalui J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) dengan nilai sekitar Rp16,5 miliar atau 84,9 ribu lot. Trimegah Sekuritas Indonesia (LG) turut mencatat pembelian sekitar Rp15,3 miliar atau 79 ribu lot.

Dari sisi penjualan, tekanan terbesar tercatat melalui Kiwoom Sekuritas Indonesia (AG) sekitar Rp12,7 miliar atau 65,8 ribu lot pada harga rata-rata 1.922. Penjualan juga terlihat melalui Stockbit Sekuritas Digital (XL) sekitar Rp11,6 miliar serta Bahana Sekuritas (DX) sekitar Rp10,8 miliar.

Data transaksi tersebut memperlihatkan perdagangan ADMR dalam sepekan terakhir diwarnai kombinasi aksi ambil untung dan akumulasi kembali. Pola itu terutama terlihat pada dua sesi perdagangan terakhir.

Penguatan harga yang membawa ADMR kembali ke area 1.940 pada akhir pekan berlangsung bersamaan dengan kenaikan aliran dana asing dan aktivitas transaksi yang lebih tinggi dibandingkan awal pekan.

Iklan