Saham

IHSG Berpeluang Tembus 9.000, Didukung Investor Ritel dan Valuasi Masih Murah

Mandiri Sekuritas menilai IHSG berpeluang menembus level psikologis 9.000 dalam waktu dekat, ditopang rekor pembukaan perdagangan di 8.749 serta kuatnya transaksi investor ritel. Valuasi saham di BEI dinilai masih menarik dengan proyeksi pertumbuhan EPS sekitar 12%, sementara IHSG telah mencetak 22 kali ATH hingga awal Desember 2025 dan mendapat dukungan optimisme kebijakan ekonomi.

2 menit membaca Sumber: Investor.id
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
IHSG mendekati level 9.000 disertai data transaksi ritel dan rekor ATH

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan melemah di tengah volatilitas pasar

Emitenhub - Mandiri Sekuritas (Mansek) menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menembus level psikologis baru di 9.000 dalam waktu dekat. Peluang tersebut ditopang oleh keberhasilan IHSG mencetak rekor pada pembukaan perdagangan pagi ini yang menyentuh level 8.749.

Direktur Utama Mansek Oki Ramadhana menyatakan reli IHSG menuju 9.000 hanya menunggu momentum. Ia mengingatkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir IHSG sudah mencatat rekor tertinggi (all time high/ATH) sebanyak 22 kali.

“Sekarang kita lihat saja sudah berapa kali touch peak-nya. Sudah 20 kali-an. Jadi kalau bisa achieve 9.000, itu as a matter of time saja,” ujarnya di Jakarta.

Optimisme tersebut diperkuat oleh menguatnya aktivitas investor ritel. Oki mencontohkan nilai transaksi harian di aplikasi Growin milik Mandiri Sekuritas yang sempat menembus Rp 2,6 triliun per hari. “Menurut saya itu most likely akan tembus. Retail transaction value-nya kencang banget. Di Growin kami pernah touch Rp 2,6 triliun per day. Luar biasa,” ujarnya.

Oki menilai valuasi saham di BEI masih relatif murah dengan proyeksi pertumbuhan laba (earnings per share/EPS) emiten rata-rata sekitar 12%, termasuk saham non-blue-chip yang memiliki fundamental kuat. “Lihat fundamental, technical, liquidity. Banyak yang bagus, bukan hanya blue-chip,” katanya.

Hingga 3 Desember 2025, IHSG tercatat sudah membukukan 22 kali rekor tertinggi (ATH). Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan bahwa pencapaian tersebut terjadi dalam dua periode Menteri Keuangan, yakni Sri Mulyani dan Purbaya Yudhi Sadewa. Era Menkeu Purbaya mendominasi dengan 21 kali ATH, sementara Sri Mulyani tercatat satu kali.

Purbaya sebelumnya menyatakan IHSG berpeluang menembus level 9.000 sebelum akhir tahun. Menurut dia, optimisme pasar terbentuk dari respons investor terhadap kebijakan dan pandangan atas fundamental ekonomi. Ia menegaskan, target tersebut didukung pola historis dan analisis jangka panjang, di mana pasar saham cenderung naik empat hingga lima kali lipat dari titik terendah menuju puncak siklus.

Iklan