EXCL Rebound 1,94% ke Rp3.150! Orderbook Jual Dominan, Buy on Weakness Sudah Dilewati
Saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) rebound tipis 1,94% dan dibuka di Rp3.150 pada perdagangan pagi 10 April 2024. Meski antrean jual di orderbook masih sangat tebal hingga Rp3.200, zona buy on weakness Rp2.980–3.060 sudah terlewati. Fundamental menunjukkan ARPU naik meski basis pelanggan turun dan capex 2026 tetap besar, sementara analis terbelah antara JP Morgan underweight Rp1.600 dan konsensus Rp3.614.
saham EXCL rebound 1,94% orderbook tekanan jual buy on weakness Rp2980-Rp3060 (Foto:EXCL)
Emitenhub.com - Saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) rebound dan menunjukkan ketahanan di tengah tekanan yang masih membayangi sektor telekomunikasi. Harga saham dibuka di level Rp3.150 atau menguat tipis 1,94 persen dari penutupan sebelumnya di Rp3.090.
Pada perdagangan pagi ini 10 April 2024, saham sempat menyentuh level tertinggi Rp3.170. Pergerakan berlangsung di rentang sempit sejak pembukaan di Rp3.110. Nilai transaksinya mencapai Rp5,4 miliar dengan rata-rata harga Rp3.134.
Struktur orderbook belum menunjukkan keseimbangan sepenuhnya. Antrean bid terbesar terlihat di level Rp3.130 dengan 2.010 lot dan Rp3.140 dengan 1.192 lot.
Namun antrean offer justru lebih tebal. Level Rp3.180 memiliki 3.633 lot dan Rp3.200 dengan 3.705 lot. Lapisan resistensi bertingkat pun terbentuk di atas harga saat ini.
Total antrean offer mencapai 55.564 lot dengan frekuensi 985 kali. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan bid yang hanya 24.841 lot dengan frekuensi 578 kali. Tekanan jual masih mendominasi antrian pasar.
Rekomendasi teknikal menempatkan saham EXCL masih berada dalam fase korektif. Harga sempat turun ke Rp3.090 sebelum rebound ke Rp3.150. Reaksi beli itu terlihat, namun pergerakan masih berada dalam kerangka wave (C) dari wave [B].
Pergerakan saat ini menjadi bagian dari fase koreksi yang belum sepenuhnya selesai. Harga berpotensi menguji ulang area bawah sebelum melanjutkan arah berikutnya.
Zona buy on weakness berada di rentang Rp2.980 hingga Rp3.060. Harga saat ini sudah berada di atas area tersebut. Fase akumulasi teknikal pun mulai terlewati.
Keberlanjutan pergerakan bergantung pada kemampuan harga menembus lapisan offer yang tebal di atas Rp3.170 hingga Rp3.200. Level tersebut masih menjadi penghambat utama.
Jumlah pelanggan PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencapai 73 juta pada 2025. Segmen nirkabel turun 8 persen secara kuartalan. Fixed broadband menyusut 1 persen kuartalan serta 9 persen tahunan menjadi 0,94 juta.
Di tengah penurunan basis pelanggan itu, ARPU kuartal IV naik ke Rp44.800 dari Rp38.900. Kenaikan tersebut menandakan strategi monetisasi data mulai berjalan. Meski begitu, ARPU tahunan masih lebih rendah dibandingkan 2024.
Layanan GSM dan data digital masih mendominasi struktur pendapatan. Kontribusinya mencapai Rp38,5 triliun dari total Rp41,91 triliun. Perseroan juga mengoperasikan 225.649 BTS, termasuk 4.864 BTS 5G.
Ekspansi infrastruktur agresif tersebut membawa konsekuensi. Kebutuhan belanja modal 2026 diperkirakan berada di kisaran Rp15–20 triliun. Angka ini berpotensi menekan arus kas bebas.
Pandangan pasar terhadap saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) masih terbelah. JP Morgan menempatkan rating underweight dengan target harga Rp1.600. Konsensus analis justru melihat target rata-rata Rp3.614,26.
Perbedaan pandangan itu mencerminkan dua sisi yang berjalan bersamaan. Risiko kompetisi yang meningkat di satu sisi. Peluang pertumbuhan dari monetisasi data serta efisiensi pasca integrasi jaringan di sisi lain.
Harga EXCL hari ini berada di titik menarik. Rebound dari area bawah sudah terlihat. Tekanan supply di orderbook tetap tebal.
Secara fundamental perbaikan mulai tampak pada ARPU. Tantangan besar masih ada dari penurunan basis pelanggan dan kebutuhan belanja modal 2026 yang tinggi. Pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga menembus resistensi terdekat sekaligus mempertahankan posisi di atas area akumulasi.


