Direksi EXCL Tambah Kepemilikan Saham, Beli di Atas Harga Penutupan Pasar
Salah satu direksi EXCL menambah kepemilikan saham melalui pembelian ratusan ribu lembar saham. Transaksi dilakukan di harga di atas penutupan pasar saat saham EXCL sedang tertekan.
Ilustrasi pergerakan saham EXCL dan aktivitas transaksi direksi (Foto:EXCL)
Emitenhub - Direksi PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), Yessie Dianty Yosetya, menambah porsi kepemilikan sahamnya melalui aksi pembelian di pasar. Langkah ini dilakukan di emiten telekomunikasi tersebut pada pertengahan Februari.
Laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Yessie membeli sebanyak 342.200 saham EXCL. Transaksi tersebut dibukukan pada 13 Februari 2026.
Pembelian saham dilakukan pada harga Rp2.880 per lembar. Dengan harga tersebut, total dana yang dikeluarkan dalam transaksi ini mencapai Rp985,53 juta.
Aksi akumulasi ini meningkatkan kepemilikan Yessie menjadi 2.241.900 saham atau setara 0,0123%. Sebelumnya, kepemilikan tercatat sebesar 1.899.700 saham atau sekitar 0,0104%.
Yessie menyatakan kepemilikan saham tersebut dilakukan secara langsung. Tujuan transaksi dicantumkan sebagai pembelian, sebagaimana tertulis dalam keterangan resmi yang disampaikan di Jakarta pada 17 Februari 2026.
Aksi investasi ini dilakukan pada level harga di atas penutupan pasar. Harga pembelian Rp2.880 per saham tercatat lebih tinggi Rp30 dibandingkan harga penutupan bursa pada hari yang sama.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (13/2) menunjukkan saham EXCL berada dalam tekanan. Pada akhir perdagangan, harga saham EXCL ditutup di level Rp2.850 per lembar.
Pada penutupan akhir pekan, harga saham EXCL terkoreksi tajam. Saham ini turun 160 poin atau setara 5,32% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.
Baca Juga : Asing Borong Saham EXCL Saat IHSG Anjlok, Ini Alasan dan Target Analis
Meski harga melemah, aktivitas perdagangan tercatat cukup aktif. Nilai transaksi saham EXCL pada hari tersebut mencapai Rp131,32 miliar.
Volume saham yang berpindah tangan tercatat sebanyak 45,31 juta saham. Frekuensi transaksi mencapai 14.894 kali selama sesi perdagangan bursa.


