PGEO Percepat PLTP Lumut Balai Unit 4 55 MW, Mulai Pengeboran 3 Sumur dengan Investasi USD32,21 Juta!
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mempercepat pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 4 berkapasitas 55 MW di Sumatera Selatan. Tahap awal dimulai dengan pengeboran tiga sumur eksplorasi senilai USD32,21 juta. Proyek ini ditargetkan COD pada 2032 dan akan menambah total kapasitas Area Lumut Balai menjadi 220 MW.
PGEO Cairkan Dividen Tunai USD123,9 Juta atau Rp49,44 per Saham Tahun Buku 2025 (Foto PGEO)
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mempercepat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 4 berkapasitas 55 MW.
Tahap awal proyek ini dimulai dengan pengeboran tiga sumur eksplorasi. Estimasi investasi untuk kegiatan tersebut mencapai USD32,21 juta.
Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4 berlokasi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai dan Margabayur, Sumatera Selatan. Tahapan pelaksanaannya mencakup pembangunan infrastruktur, pengeboran sumur eksplorasi, uji produksi, hingga penerbitan Notice of Resource Confirmation (NORC). Target penyelesaian proyek ditetapkan pada Oktober 2027.
"PGEO tidak hanya berfokus pada penambahan potensi kapasitas terpasang, tetapi mencerminkan komitmen perseroan dalam memastikan keberlanjutan pasokan energi bersih sekaligus meningkatkan keandalan portofolio panas bumi nasional," kata Direktur Utama PGEO Ahmad Yani.
WKP Lumut Balai memiliki area sumber daya panas bumi yang luas, berkisar antara 22 hingga 66 km².
Hasil studi geosains dan simulasi reservoir terbaru menunjukkan cadangan eksisting di Lumut Balai mampu mendukung penambahan kapasitas 55 MW pada Unit 4.
PLTP Lumut Balai Unit 4 ditargetkan mencapai commercial operation date (COD) pada 2032. Dengan proyek ini, total kapasitas PGE Area Lumut Balai akan mencapai 220 MW setelah Unit 3 beroperasi pada 2030.
Direktur Eksplorasi & Pengembangan PGEO Edwil Suzandi menambahkan bahwa lokasi pengeboran sangat prospektif secara geologi.
Area eksplorasi tersebut berada di sekitar zona upflow utama dengan permeabilitas tinggi. Karakteristik ini telah terverifikasi melalui berbagai kajian geosains dan studi teknis secara komprehensif.
"Dengan dukungan data teknis tersebut, pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 4 ke depan diharapkan dapat berjalan lebih terarah, efisien, dan memiliki tingkat keberhasilan yang lebih terukur," tutur Edwil Suzandi.
Direktur Operasi PGEO Andi Joko Nugroho menegaskan bahwa proyek PLTP Lumut Balai Unit 4 menjadi langkah strategis perseroan. Proyek ini sekaligus meningkatkan cadangan terbukti dan memastikan keberlanjutan pengembangan WKP Lumut Balai.
Secara komersial, proyek ini didukung oleh keberadaan Power Purchase Agreement (PPA) beserta skema eskalasi.
Pertumbuhan kebutuhan listrik di Provinsi Sumatera Selatan yang mencapai 6,072 persen per tahun menjadi faktor pendukung utama pengembangan proyek tersebut.


