PTBA Catat Laba Rp801,79 Miliar di Q1 2026, Melonjak 105% YoY Meski Produksi Turun 22%
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil membukukan laba bersih Rp801,79 miliar pada kuartal I 2026, melonjak 105% YoY. Meski volume produksi turun 22%, perseroan mampu menjaga penjualan melalui efisiensi dan selective mining. EBITDA tercatat Rp1,55 triliun dengan margin yang solid.
PTBA catat laba bersih Rp801,79 miliar pada kuartal I 2026 (Foto:PTBA)
Emitenhub.com - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang kuat di awal tahun 2026. Perseroan membukukan laba bersih Rp801,79 miliar pada kuartal I 2026, melonjak 105 persen dibandingkan Rp391,47 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
EBITDA PTBA tercatat sebesar Rp1,55 triliun. Net profit margin perseroan berada di level 8 persen, sementara EBITDA margin mencapai 16 persen.
Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menyatakan, meski menghadapi curah hujan tinggi di awal tahun, perseroan mampu menjaga stabilitas penjualan melalui pengelolaan persediaan yang prudent, efisiensi operasional, serta penerapan selective mining yang memperbaiki struktur biaya.
“Perseroan membukukan pertumbuhan laba secara tahunan yang solid. Ini menjadi bukti nyata ketahanan operasional dan efektivitas strategi yang kami jalankan,” tulis Arsal Ismail dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/4/2026).
Menurut Arsal, PTBA mencatat kinerja operasional yang solid meski menghadapi curah hujan ekstrem. Penjualan hanya turun 1 persen secara YoY, walaupun volume produksi turun 22 persen. Harga jual rata-rata (ASP) perseroan relatif naik tipis 1 persen YoY.
Hingga akhir kuartal I 2026, perseroan telah merealisasikan belanja modal (capex) sebesar 13 persen dari target tahunan Rp0,47 triliun.
Volume produksi PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sepanjang kuartal I 2026 mencapai 6,623 juta ton. Angka ini turun 22 persen dibandingkan 8,445 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.
Volume penjualan perseroan tercatat 10,166 juta ton, hanya turun 1 persen dari 10,283 juta ton. Sementara volume angkutan mencapai 8,740 juta ton atau turun 7 persen dari 9,407 juta ton.
Total aset PTBA per 31 Maret 2026 tercatat Rp43,228 triliun, turun 2 persen dari Rp43,917 triliun per Desember 2025. Liabilitas perseroan menyusut 8 persen menjadi Rp19,557 triliun. Adapun total ekuitas naik 5 persen menjadi Rp23,67 triliun.
Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, menyatakan capaian kuartal ini menunjukkan fondasi operasional perseroan tetap solid di tengah tantangan cuaca dan geopolitik global. PTBA akan terus menjaga disiplin operasional, efisiensi, serta fleksibilitas untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemangku kepentingan.


