Saham

CDIA Catat Laba Bersih USD9,5 Juta di Q1 2026, Melonjak Tajam 125% EBITDA YoY!

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatat pendapatan USD41,2 juta (+19% YoY) dan adjusted EBITDA USD14,1 juta (+125,4% YoY) pada kuartal I 2026. Laba bersih perseroan mencapai USD9,5 juta dengan posisi keuangan yang kuat (likuiditas USD954,2 juta). CDIA terus ekspansi di sektor logistik maritim, energi surya, dan air.

3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
CDIA catat laba bersih USD9,5 juta dan EBITDA melonjak 125,4% di kuartal I 2026

CDIA catat laba bersih USD9,5 juta dan EBITDA melonjak 125,4% di kuartal I 2026 (Foto:CDIA)

Emitenhub.com - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatat adjusted EBITDA sebesar USD14,1 juta pada kuartal I 2026. Capaian ini melonjak 125,4 persen secara year-on-year (YoY).

“Capaian tersebut terutama ditopang oleh kontribusi inisiatif strategis dan ekspansi aset yang dijalankan pada 2025, termasuk penambahan aset logistik maritim dan darat maupun kapasitas energi surya,” ujar Direktur CDIA Jonathan Kandinata dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026).

Menurut Direktur CDIA Jonathan Kandinata, perseroan terus menunjukkan kinerja yang resilien dan eksekusi strategi yang konsisten di tengah berbagai siklus pasar. Hal ini didukung oleh platform infrastruktur terintegrasi serta disiplin alokasi modal.

Kinerja CDIA pada kuartal I 2026 juga ditopang utilisasi aset yang tinggi, basis pendapatan berulang yang stabil, serta peningkatan kontribusi dari pihak ketiga. Tambahan upside datang dari kenaikan tarif spot kapal di tengah kondisi pasar logistik yang menguntungkan.

Dengan kinerja top line yang positif pada triwulan I 2026, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar USD9,5 juta.

Perseroan juga mempertahankan posisi keuangan yang solid. Likuiditas CDIA tercatat mencapai USD954,2 juta dengan rasio utang terhadap kapitalisasi sebesar 39 persen.

“Capaian ini memberikan fleksibilitas untuk menangkap peluang pertumbuhan sekaligus menjaga ketahanan keuangan,” ujar Jonathan Kandinata.

Pada triwulan I 2026, CDIA memperkuat platform logistik maritim melalui penambahan kapal tanker kimia Boreas berkapasitas 9.000 DWT. Kapal tersebut dikembangkan bersama Fukuoka Shipbuilding Co Ltd, Jepang.

Kapal tanker kimia Boreas dirancang untuk melayani rute domestik maupun internasional. Kapal ini dijadwalkan mulai beroperasi sepanjang tahun 2026, sekaligus memperkuat kehadiran CDIA di pasar Asia dan Eropa serta mendukung pengembangan platform logistik regional yang lebih terintegrasi.

Di seluruh lini bisnis, CDIA terus mengeksekusi pipeline pertumbuhan secara konsisten. Fokus perseroan berada pada ekspansi strategis untuk meningkatkan pendapatan berulang, integrasi antar aset, serta penciptaan nilai jangka panjang.

Pada segmen energi, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya CDIA telah mencapai 11 MWp. Perseroan menyiapkan tambahan sekitar 5 MWp yang direncanakan beroperasi sepanjang 2026.

Di segmen air, CDIA mengembangkan tambahan kapasitas 600 liter per detik di WTP Krenceng serta fasilitas pengolahan air limbah 1.200 meter kubik per hari di Cilegon untuk memperkuat platform air terintegrasi.

Sementara itu, pengembangan infrastruktur segmen pelabuhan dan penyimpanan yang didanai dari hasil IPO berjalan sesuai rencana. Proyek ini mencakup pembangunan tangki penyimpanan, pipa etilena, serta fasilitas pendukung lainnya.

Pembangunan tangki bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik di RPU juga terus berlanjut dan ditargetkan rampung tahun ini. Di segmen logistik, CDIA memperluas armada menuju 20 kapal di lini gas, kimia, dan dry bulk hingga akhir 2026 untuk mendukung permintaan captive maupun pihak ketiga.

Jonathan Kandinata menyampaikan bahwa CDIA memasuki sisa tahun 2026 dengan posisi keuangan yang kuat, pipeline proyek solid, serta basis pelanggan yang terus berkembang. Per 31 Maret 2026, total aset perseroan mencapai USD1,9 miliar atau tumbuh 9 persen year-to-date, dengan ekuitas sebesar USD1,14 miliar.

“Model infrastruktur terintegrasi CDI Group terus menghasilkan pendapatan yang terlihat dan berskala. Portofolio terdiversifikasi yang menggabungkan pendapatan berulang stabil dengan eksposur selektif terhadap peluang berbasis pasar spot membuat perseroan tetap resilien sekaligus mampu menangkap peluang pertumbuhan di berbagai kondisi pasar,”

Iklan