MSCI Depak AMMN, BREN hingga CUAN! 11 Saham RI Tersisa Kompak Merah YtD
MSCI mengeluarkan enam saham dari MSCI Global Standard Index Indonesia dalam review Mei 2026, termasuk AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT. Setelah perubahan ini, indeks hanya menyisakan 11 konstituen yang seluruhnya masih mencatat kinerja negatif secara year to date.
MSCI May 2026 Index Review mengeluarkan AMMN BREN TPIA DSSA CUAN dan AMRT dari indeks Indonesia (Foto:MSCI)
Emitenhub.com - MSCI Inc. mengumumkan hasil MSCI May 2026 Index Review untuk Indonesia pada Rabu, 13 Mei 2026. Dalam evaluasi kali ini, enam saham dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index, sementara hanya 11 saham yang tetap bertahan sebagai konstituen.
MSCI tidak memasukkan saham baru ke dalam MSCI Standard Index. Enam emiten yang keluar dari indeks tersebut adalah AMMAN MINERAL INTL (AMMN), BARITO RENEWABLES ENERGY (BREN), CHANDRA ASRI PACIFIC (TPIA), DIAN SWASTATIKA SENTOSA (DSSA), PETRINDO JAYA KREASI (CUAN), dan SUMBER ALFARIA TRIJAYA (AMRT).
Dari daftar tersebut, AMRT dipindahkan ke MSCI Small Cap Index sebagai satu-satunya saham tambahan. Sementara itu, AMMN, CUAN, dan TPIA tidak masuk ke Small Cap karena free float berada di bawah 15 persen, meski informasi terbaru menyebut sejumlah emiten tersebut telah memenuhi ketentuan free float.
Sebanyak 13 saham lain juga dikeluarkan dari MSCI Small Cap Index. Sementara itu, MSCI Micro Cap Index tidak mengalami perubahan dalam evaluasi kali ini.
Dengan hasil tersebut, MSCI Global Standard Index Indonesia kini menyisakan 11 konstituen. Seluruh saham yang bertahan masih berada di zona merah secara year to date hingga data terakhir pada Selasa, 12 Mei 2026.
Berikut kinerja 11 konstituen MSCI Global Standard Indonesia yang masih bertahan:
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): turun 24,15 persen YtD
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): turun 12,02 persen YtD
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): turun 16,86 persen YtD
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): turun 15,23 persen YtD
PT Astra International Tbk (ASII): turun 12,69 persen YtD
PT Barito Pacific Tbk (BRPT): turun 30,28 persen YtD
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): turun 10,53 persen YtD
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): turun 21,88 persen YtD
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN): turun 11,75 persen YtD
PT United Tractors Tbk (UNTR): turun 7,88 persen YtD
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): turun 30,91 persen YtD
Seluruh perubahan hasil MSCI May 2026 Index Review akan berlaku efektif pada 1 Juni 2026, setelah penutupan pasar pada 29 Mei 2026. MSCI juga menetapkan review berikutnya pada 12 Agustus 2026, dengan tanggal efektif 1 September 2026.
Perubahan konstituen ini akan memicu rebalancing portofolio oleh manajer investasi global yang mengelola dana pasif dan exchange traded fund (ETF). Dari perspektif pasar modal, saham yang keluar dari indeks berpotensi menghadapi tekanan teknikal akibat penyesuaian bobot portofolio.


