Saham

Direktur AMMN Mundur Usai Saham Terdepak MSCI, Pasar Makin Cermati Emiten Batu Hijau

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menerima pengunduran diri Direktur Irwin Ka Pui Wan yang akan dibawa ke RUPST pada 19 Mei 2026. Perubahan manajemen ini terjadi saat saham AMMN masih tertekan setelah dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dalam evaluasi Mei 2026.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Direktur AMMN Irwin Ka Pui Wan mengundurkan diri saat saham Amman Mineral keluar dari MSCI

Direktur AMMN Irwin Ka Pui Wan mengundurkan diri saat saham Amman Mineral keluar dari MSCI (Foto:AMMN)

Emitenhub.com - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menerima pengunduran diri salah satu anggota direksi, Irwin Ka Pui Wan. Kabar ini muncul di tengah perhatian pasar terhadap saham emiten tambang tersebut setelah perubahan komposisi indeks MSCI.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen AMMN menyampaikan telah menerima pemberitahuan resmi pengunduran diri Irwin Ka Pui Wan pada 14 Mei 2026.

Agenda pengunduran diri tersebut akan dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Rapat dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026.

Manajemen AMMN menyatakan telah menerima pemberitahuan resmi terkait rencana pengunduran diri Irwin Ka Pui Wan sebagai Direktur Perseroan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi yang dikutip Senin, 18 Mei 2026.

AMMN menegaskan proses pengunduran diri akan dijalankan sesuai ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK). Ketentuan tersebut mencakup POJK Nomor 33 Tahun 2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, serta Anggaran Dasar perseroan.

Pengakhiran masa jabatan Irwin Ka Pui Wan akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPST mendatang. Perseroan menyampaikan agenda tersebut sebagai bagian dari proses tata kelola perusahaan.

Di tengah perubahan struktur manajemen, AMMN memastikan kegiatan operasional dan kondisi keuangan tetap berjalan normal. Manajemen menegaskan informasi material tersebut tidak berdampak negatif terhadap kegiatan usaha perseroan.

AMMN merupakan salah satu emiten tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia dengan aset utama tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Perseroan juga memperluas rantai bisnis hilirisasi melalui anak usaha di bidang pengolahan logam, energi, infrastruktur, dan logistik.

Struktur grup AMMN mencakup PT Amman Mineral Industri yang mengelola proyek smelter dan pengolahan logam. Selain itu, terdapat PT Amman Mineral Energi, PT Amman Nusantara Gas, PT Sumbawa Nusantara Infrastruktur, hingga Amman Mineral Contractors Singapore Pte. Ltd.

Perubahan jajaran direksi ini terjadi saat saham AMMN masih berada dalam tekanan pasar. Sebelumnya, Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan saham AMMN dari MSCI Global Standard Index dalam evaluasi Mei 2026.

Perubahan indeks tersebut memicu peningkatan volatilitas dan arus keluar dana asing dari saham-saham yang terdampak rebalancing global. Dari perspektif pasar modal, kondisi ini membuat setiap informasi korporasi AMMN ikut menjadi perhatian investor.

Meski demikian, secara fundamental AMMN masih ditopang bisnis tambang tembaga dan emas berskala besar. Perseroan juga terus mengembangkan fasilitas hilirisasi smelter di dalam grup usaha.

Iklan