Saham

INTP Tebar Dividen Rp468 per Saham, Siapkan Buyback Baru Rp750 Miliar

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membagikan dividen tunai Rp468 per saham atau total Rp1,54 triliun untuk tahun buku 2025. Perseroan juga mendapat persetujuan buyback baru dengan anggaran maksimal Rp750 miliar.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
INTP membagikan dividen Rp468 per saham dan menyiapkan buyback baru Rp750 miliar

INTP membagikan dividen Rp468 per saham dan menyiapkan buyback baru Rp750 miliar (Foto:INTP)

Emitenhub.com - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp1,54 triliun. Keputusan ini menjadi kabar positif bagi pemegang saham emiten semen tersebut.

Pembagian dividen disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Kamis, 21 Mei 2026. Setiap pemegang satu saham INTP akan menerima dividen tunai sebesar Rp468.

Dividen tersebut berasal dari laba bersih tahun berjalan 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,24 triliun. Sisa laba bersih setelah pembagian dividen akan dicatat sebagai saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya.

Jadwal pembagian dividen INTP dimulai dari cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada Rabu, 3 Juni 2026. Ex dividen di kedua pasar tersebut dijadwalkan pada Kamis, 4 Juni 2026.

Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah investor yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen akan dilakukan mulai Jumat, 19 Juni 2026.

Selain pembagian dividen, RUPST INTP juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Roberto Callieri kembali ditunjuk sebagai Komisaris Utama.

Di jajaran direksi, Hasan Imer mengundurkan diri dan digantikan oleh Benny Setiawan Santoso. Perseroan juga mengangkat Jose Maria Magrina Vadillo sebagai Wakil Direktur Utama baru, dengan masa jabatan efektif mulai 1 September 2026.

Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya, menyampaikan apresiasi kepada Hasan Imer atas dedikasi dan kontribusinya selama menjabat di perseroan.

Dalam keterangan resmi, Christian menyampaikan penghargaan kepada Hasan Imer atas dedikasi, integritas, dan kontribusi sejak 2008 hingga akhir masa jabatannya pada 2026.

Selain RUPST, Indocement juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui penarikan kembali 84.529.400 saham hasil buyback tahun 2021 dan 2022.

Aksi korporasi tersebut diikuti dengan pengurangan modal ditempatkan dan disetor perseroan menjadi Rp1,71 triliun.

Indocement juga memperoleh persetujuan untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback baru. Perseroan menyiapkan anggaran maksimal Rp750 miliar untuk aksi korporasi tersebut.

Pelaksanaan buyback direncanakan berlangsung mulai 22 Mei 2026 hingga 21 Mei 2027. Langkah ini menambah agenda korporasi INTP setelah pembagian dividen dan penarikan kembali saham hasil buyback sebelumnya.

Indocement merupakan salah satu produsen semen terbesar di Indonesia. Perseroan mengoperasikan 14 pabrik milik sendiri dan dua pabrik sewa dengan total kapasitas produksi 33,5 juta ton semen per tahun.

Dengan dukungan sekitar 4.100 karyawan, Indocement terus memperkuat posisinya di pasar semen nasional.

Iklan