Saham

DEWA Masuk MSCI? Free Float 56,9% Sudah Penuhi Syarat — Ini Analisisnya

Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dinilai berpeluang masuk indeks MSCI seiring peningkatan kapitalisasi pasar dan likuiditas. Potensi aliran dana asing diperkirakan signifikan, terutama jika DEWA mampu menembus indeks global MSCI Indonesia Global Standard.

3 menit membaca
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
Pergerakan saham DEWA dan peluang masuk indeks MSCI

Pergerakan saham DEWA dan peluang masuk indeks MSCI

Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dinilai berpeluang masuk dalam radar indeks global MSCI seiring meningkatnya kapitalisasi pasar dan likuiditas perdagangan sahamnya.

Dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia yang terbit pada 5 Desember 2025, DEWA disebut telah memenuhi sebagian besar kriteria untuk masuk ke MSCI Indonesia Small Cap. Bahkan, dalam skenario yang lebih agresif, saham ini dinilai berpotensi menuju MSCI Indonesia Global Standard (Big Cap).

Samuel Sekuritas mencatat, dari sisi struktur kepemilikan, free float saham DEWA telah mencapai 56,9%, jauh di atas ambang batas minimum MSCI sebesar 15%.

Dengan struktur ini, DEWA hanya perlu menjaga harga saham di atas Rp190 per saham. Ini agar memenuhi syarat kapitalisasi pasar free float-adjusted minimal. Syaratnya adalah US$315 juta atau sekitar Rp5,2 triliun untuk masuk ke MSCI Indonesia Small Cap.

Pada harga saat ini, kapitalisasi pasar DEWA yang disesuaikan dengan free float diperkirakan mencapai sekitar US$593 juta. Ini setara dengan Rp9,8 triliun. Angka ini hampir dua kali lipat dari batas minimum yang ditetapkan MSCI.

Dari sisi likuiditas, saham DEWA juga tergolong aktif diperdagangkan. Rata-rata nilai transaksi harian (ADTV) dalam 12 bulan terakhir adalah US$7,8 juta. Ini setara dengan sekitar Rp128,7 miliar per hari. Angka ini jauh lebih tinggi dari ketentuan MSCI Indonesia Small Cap yang hanya US$1,5 juta per hari.

Jika DEWA resmi diterima dalam MSCI Indonesia Small Cap Index, Samuel Sekuritas memperkirakan aliran dana asing yang besar. Diperkirakan, dana tersebut akan berada di antara US$18 juta hingga US$30 juta. Dalam rupiah, jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp300 miliar hingga Rp500 miliar, yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi pasar.

Di sisi lain, peluang aliran dana yang lebih besar terbuka apabila DEWA mampu menembus segmen indeks global MSCI Indonesia Global Standard atau Big Cap.

Untuk memenuhi kriteria tersebut, harga saham DEWA perlu naik hingga sekitar Rp1.320 per saham. Level ini setara dengan kapitalisasi pasar free float-adjusted sekitar US$1,9 miliar atau Rp31,3 triliun.

Dari sisi likuiditas, saham DEWA dinilai tidak menghadapi hambatan berarti. Rata-rata nilai transaksi harian saat ini telah melampaui ambang batas MSCI Global Standard sebesar US$2,5 juta per hari.

Dalam skenario tersebut, potensi aliran dana asing diperkirakan jauh lebih besar, yakni mencapai US$180–300 juta atau setara Rp3–5 triliun. Aliran dana ini berpotensi masuk seiring keterlibatan investor institusional global yang mereplikasi indeks MSCI.

Samuel Sekuritas juga menekankan bahwa peluang inklusi saham DEWA sangat bergantung pada momentum peninjauan indeks MSCI yang dilakukan secara berkala.

MSCI secara rutin menggelar quarterly review pada Februari, Mei, Agustus, dan November, serta semi-annual review yang bersifat lebih komprehensif pada Mei dan November. Peninjauan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 10 Februari 2026 dengan tanggal efektif pada awal Maret 2026.

Sebagai penyedia indeks global yang menjadi acuan utama investor institusi dunia, MSCI memiliki peran penting di pasar modal. Masuknya suatu saham ke dalam indeks MSCI berpotensi menarik arus dana asing, meningkatkan likuiditas, serta memengaruhi sentimen dan pergerakan harga saham terkait.

Update Maret 2026 — Kinerja PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sepanjang 2025 ternyata jauh melampaui ekspektasi. Emiten Grup Bakrie ini mencatatkan laba bersih Rp4,3 triliun di FY2025, melesat 7.697% secara tahunan. Revenue tercatat Rp6,3 triliun.

Namun perlu dicatat, sekitar Rp3,7 triliun dari laba tersebut bukan berasal dari operasional inti — melainkan dari item non-recurring. Investor perlu mencermati kualitas laba ini sebelum mengambil keputusan.

Dari sisi teknikal, analis memproyeksikan saham DEWA masih berpotensi naik 68,5% dalam 12 bulan ke depan. Sementara hari ini (27 Maret 2026), asing tercatat melakukan net sell DEWA sebesar Rp31,3 miliar di tengah pelemahan IHSG.

Untuk potensi masuk MSCI, dengan laba yang melonjak dan kapitalisasi pasar yang menguat, peluang DEWA masuk indeks MSCI semakin terbuka — meski keputusan akhir bergantung pada review MSCI berikutnya.

Iklan