Saham

ADRO Bagi Dividen Interim US$250 Juta, Potensi Yield Sekitar 8%

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mengumumkan pembagian dividen interim tahun buku 2025 senilai US$250 juta. Dengan estimasi dividen sekitar Rp145 per saham, potensi dividend yield berada di kisaran 8%.

2 menit membaca
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
Saham ADRO dan pengumuman dividen interim Alamtri Resources Indonesia

Aksi investor institusi dan dividen interim saham ADRO (Foto:Inews)

Emitenhub - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mengumumkan pembagian dividen interim tahun buku 2025 senilai US$250 juta atau sekitar Rp4,17 triliun. Dividen tersebut bersumber dari laba bersih perseroan per 30 September 2025.

Direksi ADRO dalam keterbukaan informasi menyampaikan bahwa keputusan pembagian dividen tunai interim tersebut telah disetujui oleh direksi dan dewan komisaris pada 17 Desember 2025. Namun, perseroan belum merinci besaran dividen per saham.

Mengacu pada jumlah saham tercatat ADRO setelah dikurangi saham treasuri per 28 November 2025, total saham perseroan diperkirakan mencapai sekitar 28.800.494.200 lembar.

Dengan asumsi tersebut, potensi dividen per saham ADRO diperkirakan sekitar US$0,00868 atau setara Rp145 per saham.

Saham Alamtri Resources ditutup menguat 0,55% ke level Rp1.815 pada perdagangan Rabu (17/12/2025). Dengan harga tersebut, potensi dividend yield dividen interim berada di kisaran 8%.

Direksi PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menetapkan tanggal cum dividen interim di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 29 Desember 2025. Daftar pemegang saham yang berhak atas dividen (record date) ditetapkan pada 2 Januari 2026, sementara pembayaran dividen dijadwalkan pada 15 Januari 2026.

Hingga 30 September 2025, ADRO mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$301,58 juta. Dengan demikian, dividen interim yang dibagikan setara dengan sekitar 82% dari laba bersih tersebut.

Sementara itu, saldo laba ditahan ADRO yang tidak dibatasi penggunaannya per 30 September 2025 tercatat mencapai US$3,32 miliar.

Iklan