Market

Harga Emas Dunia Terus Menguat, Investor Mulai Bersiap Hadapi Risiko Global?

Harga emas dunia melanjutkan penguatan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Pergerakan ini turut diikuti reli perak, platinum, dan palladium, dengan prospek logam mulia yang tetap positif.

3 menit membaca
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
Pergerakan harga emas dunia sebagai aset safe haven di tengah ketegangan global

Pergerakan harga emas dunia sebagai aset safe haven di tengah ketegangan global (Sumber:Freepik)

Emitenhub.com - Harga emas dunia melanjutkan penguatan, ditopang meningkatnya permintaan terhadap aset aman di tengah naiknya ketegangan geopolitik global. Kondisi tersebut mendorong investor kembali melirik emas sebagai instrumen lindung nilai saat risiko pasar meningkat.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati perkembangan data ketenagakerjaan Amerika Serikat sebagai indikator arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Data tersebut kerap menjadi acuan penting dalam menilai prospek suku bunga dan pergerakan aset berisiko, termasuk emas.

Harga emas spot menguat sebesar 1,02% ke level USD4.494,63 per troy ons, melanjutkan reli setelah sebelumnya mencatat lonjakan hampir 3% dalam satu sesi perdagangan.

Penguatan tersebut membawa harga emas semakin mendekati rekor tertinggi sepanjang masa di level USD4.549,71. Pergerakan ini mencerminkan kuatnya minat pasar terhadap emas di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan pergeseran preferensi investor ke aset lindung nilai.

Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menilai pelaku pasar logam mulia saat ini memandang risiko global berada pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan investor di pasar saham dan obligasi. Persepsi risiko tersebut mendorong pergeseran alokasi aset ke instrumen lindung nilai.

Ia juga menyoroti bahwa operasi militer Amerika Serikat di Venezuela telah memperkuat permintaan terhadap aset aman. Kondisi tersebut memberikan dorongan tambahan bagi harga emas dan perak, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap stabilitas geopolitik global.

Presiden Venezuela yang terguling, Nicolas Maduro, menyatakan pembelaan tidak bersalah atas dakwaan terkait narkotika setelah ditangkap oleh otoritas Amerika Serikat dan dibawa ke New York. Perkembangan ini menambah sentimen risiko global yang turut memengaruhi pergerakan aset keuangan.

Emas, yang secara historis dipandang sebagai aset lindung nilai, mencatatkan lonjakan kinerja yang sangat kuat dalam satu periode perdagangan, dengan kenaikan mencapai 64,4%. Capaian tersebut menjadi salah satu performa tahunan terbaik emas dalam beberapa dekade terakhir.

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga mencermati rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat sebagai indikator penting kondisi ekonomi. Proyeksi pasar menunjukkan pertambahan lapangan kerja yang lebih moderat dibandingkan periode sebelumnya, yang berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga dan arah harga emas ke depan.

Berdasarkan data LSEG, pelaku pasar memperkirakan adanya dua kali pemangkasan suku bunga acuan oleh Federal Reserve. Ekspektasi tersebut mencerminkan pandangan bahwa kebijakan moneter akan bergerak lebih akomodatif seiring dinamika ekonomi global.

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menekankan bahwa setiap penyesuaian suku bunga ke depan perlu dilakukan secara sangat presisi. Pendekatan ini ditujukan untuk menjaga keseimbangan antara risiko perlambatan pasar tenaga kerja dan tekanan inflasi.

Dalam konteks tersebut, emas cenderung diuntungkan karena tidak memberikan imbal hasil bunga. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah umumnya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Sejalan dengan pandangan itu, Morgan Stanley memproyeksikan harga emas berpotensi bergerak menuju level yang lebih tinggi. Proyeksi ini didukung oleh kombinasi faktor penurunan suku bunga, dinamika kepemimpinan di The Fed, serta berlanjutnya pembelian emas oleh bank sentral dan lembaga investasi global.

Sementara itu, perak spot melanjutkan penguatan setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level USD83,62 per ons. Harga perak tercatat naik 5,4% ke posisi USD80,68 per ons, mencerminkan volatilitas yang tetap tinggi di pasar logam mulia.

Dalam satu periode perdagangan, perak mencatatkan kenaikan tahunan yang sangat signifikan dengan lonjakan mencapai 147%. Penguatan tersebut ditopang oleh meningkatnya permintaan dari sektor industri serta minat investor terhadap logam mulia alternatif selain emas.

Logam mulia lainnya juga bergerak searah. Harga platinum spot menguat 7,2% ke level USD2.435,20 per ons, sementara palladium mencatatkan kenaikan sebesar 5,9% ke posisi USD1.821,68 per ons, seiring meningkatnya sentimen positif di pasar komoditas logam.

Iklan