Harga Emas Stabil Jelang Data AS, Perak dan Palladium Pimpin Reli Logam Mulia
Harga emas bergerak stabil di tengah perkembangan pembicaraan damai Rusia–Ukraina dan sikap wait and see investor menjelang rilis data ekonomi AS. Sementara itu, perak, platinum, dan palladium mencatatkan penguatan signifikan.
Pergerakan harga emas dan logam mulia di pasar global
Emitenhub - Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Senin (15/12/2025) di tengah berkembangnya pembicaraan penting antara Amerika Serikat (AS) dan Ukraina yang bertujuan mengakhiri konflik Rusia–Ukraina.
Dikutip dari CNBC internasional, pelaku pasar pada saat yang sama memilih bersikap hati-hati sembari menantikan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat.
Harga emas spot tercatat naik tipis 0,01% ke level US$4.302,77 per ons setelah sempat melonjak lebih dari 1% pada awal sesi. Sementara itu, emas berjangka AS ditutup menguat 0,2% ke posisi US$4.335,2 per ons.
Senior Analyst Kitco Metals, Jim Wyckoff, menyatakan perkembangan positif dalam perundingan damai Rusia–Ukraina cenderung menekan permintaan emas sebagai aset lindung nilai. Selain itu, pergerakan emas juga dibayangi aksi ambil untung dan likuidasi yang telah berlangsung selama sepekan terakhir.
“Sebagian pelaku pasar yang sebelumnya membeli kontrak berjangka kini mulai merealisasikan keuntungan dengan melakukan penjualan,” ujar Wyckoff.
Utusan khusus AS, Steve Witkoff, menyampaikan bahwa “banyak kemajuan telah dicapai” dalam pembicaraan terkait Ukraina. Seorang pejabat AS juga menyebutkan bahwa kedua pihak semakin mendekati titik temu untuk memperkecil perbedaan antara Rusia dan Ukraina.
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke rilis laporan non-farm payrolls (NFP) serta data penjualan ritel AS yang dijadwalkan pada Selasa. Data tersebut dipandang krusial sebagai petunjuk arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan.
Mengacu pada CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan peluang sebesar 78% bagi pemangkasan suku bunga pada Januari 2026.
Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai yang cenderung berkinerja positif di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Namun, meredanya ketegangan geopolitik berpotensi mengurangi daya tarik emas dalam jangka pendek.
Di sisi lain, harga perak melonjak 2,6% ke level US$63,61 per ons setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$64,65 pada Jumat lalu. Pergerakan tersebut membuat harga perak semakin mendekati level psikologis US$65 per ons.
“Perak saat ini memimpin penguatan di kelompok logam mulia. Hingga akhir tahun, harga berpeluang bergerak di atas US$65 dan bahkan berpotensi menembus US$70 pada awal kuartal pertama tahun depan,” ujar Senior Market Strategist RJO Futures, Bob Haberkorn.
Sementara itu, harga platinum spot naik 2,5% ke level US$1.788,55 per ons, mencatatkan posisi tertinggi sejak September 2011. Palladium juga menguat hampir 5% ke US$1.560,25 per ons dan mencapai level tertinggi dalam dua bulan terakhir.
Produsen palladium terbesar dunia, Nornickel asal Rusia, menyatakan dalam tinjauan pasar logam bahwa dengan memperhitungkan permintaan investasi, pasar palladium global berpotensi mengalami defisit sekitar 0,2 juta ons pada tahun ini.

