Pasar

Harga Cabai Rawit Merah Turun 8,6% Sepekan, Pemerintah Perketat Pengawasan Pasar

Harga cabai rawit merah nasional mengalami koreksi signifikan dalam sepekan terakhir seiring membaiknya distribusi dan pasokan. Pemerintah menilai penurunan ini sebagai hasil penguatan koordinasi lintas lembaga dan pengawasan pasar yang lebih ketat. Stabilitas harga pangan menjadi fokus utama untuk menjaga daya beli masyarakat.

1 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Harga cabai rawit merah nasional turun seiring penguatan pasokan

Harga cabai rawit merah nasional turun seiring penguatan pasokan

Emitenhub.com - Tren harga cabai rawit merah secara nasional menunjukkan perbaikan dalam sepekan terakhir. Berdasarkan Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional, periode 23 Februari hingga 1 Maret 2026 mencatat penurunan harga dari Rp77.645 per kilogram menjadi Rp70.953 per kilogram, atau terkoreksi sekitar 8,62%.

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa koreksi harga tersebut mencerminkan kondisi pasar yang mulai melandai. Penurunan harga dinilai sejalan dengan penguatan distribusi serta membaiknya pasokan di sejumlah wilayah.

Ia menambahkan, tren penurunan harga juga dipengaruhi oleh intensifikasi pengawasan di lapangan. Penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga melalui Satgas Saber Pelanggaran Pangan disebut turut berperan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas pangan.

“Alhamdulillah, harga cabai rawit merah dan daging ayam berada dalam tren penurunan. Kondisi ini merupakan hasil kerja bersama, baik dari sisi penguatan pasokan maupun pengawasan distribusi,” ujar Amran.

Ia menegaskan pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok, terutama cabai. Pengawasan pasar melalui inspeksi mendadak akan tetap dilakukan, dengan penekanan agar tidak ada pelaku usaha yang memanfaatkan situasi untuk memainkan harga.

Iklan