Konflik Iran-AS-Israel Bayangi Umrah dan Haji, Pemerintah Minta Tunda Keberangkatan
Konflik Iran, AS, dan Israel dinilai berpotensi berdampak pada aktivitas umrah dan haji serta ekonomi domestik. Pemerintah mengimbau calon jamaah menunda keberangkatan demi alasan keamanan dan stabilitas.
Dampak konflik Timur Tengah terhadap umrah dan haji
Emitenhub.com - Ketegangan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dinilai dapat membawa konsekuensi ekonomi bagi aktivitas umrah dan haji. Prasasti Center for Policy Studies menilai ketidakpastian global yang berkepanjangan berpotensi mengganggu mobilitas internasional. Situasi ini dinilai tidak berdampak ringan.
Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah, menyampaikan bahwa pembatasan perjalanan dalam periode panjang tidak hanya menekan sektor transportasi dan perjalanan religi. Dampaknya bisa merembet ke berbagai sektor lain. Risiko terhadap pertumbuhan ekonomi domestik ikut mengemuka.
Ia menegaskan bahwa penurunan aktivitas berkepanjangan dapat memicu multiplier effect terhadap perekonomian nasional. Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta.
Ekosistem umrah dan haji mencakup maskapai, biro perjalanan, perhotelan, serta rantai pasok pendukung. Gangguan penerbangan menuju Jeddah, Arab Saudi, yang dilaporkan mengalami pembatalan, menjadi sinyal awal atas kerentanan tersebut.
Di tengah dinamika global yang meningkat, Piter Abdullah menilai pemerintah perlu meningkatkan kesiapsiagaan kebijakan. Ketidakpastian eksternal dinilai sulit diproyeksikan secara presisi. Karena itu, skenario antisipatif dinilai penting untuk disiapkan sejak awal.
Ia menyebut langkah menjaga stabilitas harga, ketahanan fiskal, dan kepercayaan pasar menjadi prioritas. Fokus tersebut diarahkan untuk meredam dampak lanjutan terhadap perekonomian domestik.
Secara makro, Prasasti Center for Policy Studies menilai periode turbulensi global menuntut kebijakan adaptif dan terukur. Keseimbangan antara perlindungan daya beli dan disiplin fiskal dinilai krusial. Stabilitas menjadi kata kunci.
Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau calon jamaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda perjalanan. Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah disebut semakin dinamis dan tidak menentu.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan imbauan penundaan keberangkatan merupakan langkah kehati-hatian untuk menjamin keselamatan warga negara. Pemerintah memilih bersikap waspada. Bukan panik.
Pemerintah juga meminta jamaah yang berada di Arab Saudi dan keluarga di Tanah Air tetap tenang. Koordinasi dilakukan dengan otoritas Arab Saudi, maskapai, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah guna memastikan jamaah yang mengalami penundaan kepulangan dapat tertangani.
Dalam situasi geopolitik yang bergejolak, stabilitas menjadi perhatian utama. Bagi perekonomian. Dan bagi keselamatan jamaah.


