Saham

Saham BUMI Menguat, Net Buy Asing dan Strategi Diversifikasi Jadi Sentimen Positif

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat ke level Rp 344 disertai aksi beli bersih investor asing sebesar Rp 210,35 miliar. Di sisi fundamental, BUMI menuntaskan akuisisi Jubilee Metals Limited sebagai bagian dari strategi diversifikasi menuju aset non-batu bara.

3 menit membaca
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
Pergerakan saham BUMI dan strategi diversifikasi bisnis

Pergerakan saham BUMI dan strategi diversifikasi bisnis (Foto:Bumi Resources (BUMI)

Emitenhub - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat 1,18% ke level Rp 344 pada penutupan perdagangan Jumat (19/12/2025). Di seluruh pasar, saham emiten pertambangan ini mencatatkan aksi beli bersih (net buy) investor asing sebesar Rp 210,35 miliar.

Penguatan tersebut terjadi setelah saham Bumi Resources sempat tertekan pada 15 dan 18 Desember 2025 dengan penurunan masing-masing sebesar 6,52% dan 2,30%. Secara kumulatif, saham BUMI masih terkoreksi 6,52% dalam sepekan terakhir.

Meski demikian, penutupan saham BUMI di level Rp 344 pada 19 Desember dinilai Kiwoom Sekuritas sebagai pivot point atau level teknikal penting bagi pergerakan saham ini.

Menurut Kiwoom Sekuritas dalam analisisnya, Jumat (19/12/2025), saham BUMI memiliki peluang pergerakan dengan resistance pertama di level 354 dan resistance kedua di 362. Adapun level support berada di 336 sebagai support pertama dan 326 sebagai support kedua, dengan batas kerugian (stop loss) di level 321.

Di sisi fundamental, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan akuisisi Jubilee Metals Limited (JML). JML adalah perusahaan pertambangan emas yang beroperasi di Northern Queensland, Australia. Dengan rampungnya transaksi tersebut, BUMI kini resmi menguasai 64,98% saham Jubilee Metals Limited.

Akuisisi Jubilee Metals Limited selaras dengan strategi diversifikasi jangka panjang BUMI yang menargetkan komposisi EBITDA terkonsolidasi sebesar 50:50 antara batu bara termal dan aset non-batu bara termal pada 2031.

Transformasi bertahap tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan perseroan, mengurangi ketergantungan pada satu siklus komoditas, sekaligus memposisikan BUMI agar tetap bertumbuh di tengah transisi energi global.

Jubilee Metals Limited merupakan aset emas yang diproyeksikan segera memasuki tahap produksi, didukung cadangan bijih emas berkadar tinggi serta potensi penambahan nilai dari aktivitas eksplorasi yang masih berjalan.

JML diperkirakan akan memulai kegiatan penambangan pada Juli 2026 dan menargetkan produksi sekitar 9,89 ribu ons emas pada tahun 2026.

“Mayoritas kepemilikan atas Jubilee Metals Limited menegaskan komitmen BUMI dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham. JML menghadirkan aset emas berkadar tinggi yang siap memasuki tahap produksi dalam waktu dekat serta memiliki potensi peningkatan yang signifikan, sehingga melengkapi platform tembaga yang diperoleh melalui akuisisi Wolfram,” ujar Presiden Direktur Bumi Resources, Adika Nuraga Bakrie, dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (20/12/2025).

Ia menambahkan, kombinasi kedua aset tersebut memperkuat peta jalan diversifikasi BUMI serta meningkatkan kemampuan perseroan dalam menghasilkan kinerja yang lebih stabil di berbagai siklus komoditas.

Sementara itu, Wolfram Limited yang baru-baru ini diakuisisi 100% oleh BUMI memberikan akses terhadap sumber daya tembaga yang signifikan sekaligus memperluas eksposur perseroan di koridor tembaga–emas Australia yang telah teruji. Wolfram ditargetkan kembali beroperasi pada Juni 2026 dan diperkirakan mampu menghasilkan 9.334 ton tembaga ekuivalen pada tahun 2026.

Iklan