Saham TRIN Melonjak, TRINLAND Percepat Transformasi ke Data Center dan Infrastruktur
PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) mempercepat transformasi bisnis melalui diversifikasi ke sektor data center, logistic park, dan ultra luxury hospitality. Strategi ini sejalan dengan penguatan manajemen dan lonjakan kinerja saham TRIN sepanjang 2025.
Transformasi bisnis TRINLAND dan pergerakan saham TRIN (Foto:TRIN)
Emitenhub - PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) atau TRINLAND menegaskan langkah transformasi bisnis melalui strategi diversifikasi ke sektor properti dan infrastruktur dengan nilai tambah tinggi. Strategi tersebut sejalan dengan pengangkatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sebagai Komisaris Utama perseroan.
Manajemen TRIN menyampaikan bahwa kehadiran Rahayu Saraswati tidak hanya memperkuat fungsi pengawasan, tetapi juga menandai masuknya putri Hashim Djojohadikusumo tersebut sebagai mitra strategis baru bagi perseroan.
TRIN meyakini kehadiran Rahayu Saraswati akan membawa energi baru, perspektif segar, serta jejaring kolaborasi yang dapat mempercepat agenda transformasi perusahaan menuju 2026.
“Saya merasa terhormat dapat bergabung dengan TRINLAND pada momen penting ini. Saya melihat potensi besar dalam visi dan proyek-proyek yang tengah dikembangkan. TRINLAND bukan sekadar perusahaan properti, tetapi platform untuk menghadirkan ruang hidup yang berbudaya, berkelanjutan, dan memberi nilai tambah bagi generasi masa depan,” ujar Rahayu Saraswati, Rabu (3/12/2025).
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan harga saham TRINLAND terpantau terus menguat dan mencatat lonjakan signifikan, baik dalam enam bulan terakhir maupun sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD) 2025.
Setelah sempat bergerak stagnan di kisaran Rp90 hingga ratusan rupiah, harga saham emiten properti tersebut mulai menembus level Rp200 per saham pada 8 Oktober 2025. Pada perdagangan hari itu, saham TRIN ditutup di level Rp202 per saham.
Sejak saat itu, pergerakan harga saham TRIN terus menanjak dan sempat menyentuh level tertinggi pada 10 Desember 2025 di harga Rp1.360 per saham.
Pada perdagangan Senin (22/12/2025), saham TRIN dibuka di level Rp840 per saham dan ditutup di harga Rp795 per saham. Dengan posisi tersebut, saham TRIN tercatat melonjak 719,59 persen dalam enam bulan terakhir dan menguat 579,49 persen secara year to date (YtD) 2025, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp3,62 triliun.
Manajemen TRIN menjelaskan bahwa transformasi bisnis yang dijalankan merupakan bagian dari respons perseroan terhadap dinamika industri properti dan perubahan kebutuhan pasar. Langkah ini juga ditujukan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang perseroan.
Di tengah fokus menyelesaikan proyek-proyek eksisting serta memastikan proses serah terima kepada konsumen berjalan tepat waktu dan berkualitas, TRINLAND secara paralel mempercepat strategi peningkatan pendapatan berulang (recurring income) guna menopang stabilitas keuangan.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, TRINLAND berencana memperluas portofolio bisnis ke sejumlah sektor strategis, antara lain pengembangan logistic park, data center, serta ultra luxury hospitality.
Rahayu menilai ekspansi tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang perseroan untuk beradaptasi dengan perubahan lanskap ekonomi dan industri. Diversifikasi ini diharapkan memperkuat relevansi bisnis TRIN di tengah dinamika pasar.
“Diversifikasi ini mencerminkan komitmen TRIN untuk terus bertumbuh secara relevan dan berkelanjutan. Dengan memperluas portofolio ke sektor-sektor masa depan, TRIN berupaya menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelanggan,” ujar Rahayu dalam keterangan resmi, Senin (22/12/2025).
Ketiga sektor tersebut dipilih berdasarkan potensi pertumbuhan jangka panjang, tren permintaan yang terus meningkat, serta karakteristik bisnis yang dinilai sejalan dengan visi pengembangan TRINLAND.
Co-Founder & Group CEO TRIN, Ishak Chandra, menyampaikan perseroan melihat peluang besar dari perubahan kebutuhan pasar, baik di sektor logistik, infrastruktur digital, maupun hospitality kelas atas.
“Dengan pengalaman Triniti dalam mengembangkan proyek properti terintegrasi dan berkualitas tinggi, kami optimistis diversifikasi ini akan menjadi motor pertumbuhan baru yang berkelanjutan bagi perseroan,” ujar Ishak.
Ia menambahkan, strategi tersebut dirancang secara terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta keselarasan dengan kompetensi inti perseroan di sektor properti.
Sebagai gambaran, pengembangan fasilitas data center dan ultra luxury hospitality akan difokuskan di kawasan pusat aktivitas bisnis. Manajemen menilai percepatan transformasi digital, pertumbuhan ekonomi perkotaan, serta meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan dan kualitas hidup akan mendorong permintaan kuat terhadap infrastruktur logistik, digital, dan fasilitas ultra luxury hospitality berbasis green development.
Ke depan, TRIN akan mempersiapkan aspek teknis, komersial, dan operasional untuk memastikan implementasi strategi berjalan optimal. Tahap awal pengembangan bisnis baru tersebut ditargetkan mulai dijalankan pada kuartal I 2026.
Dengan arah pengembangan tersebut, TRINLAND optimistis dapat memperkuat posisi bisnis, meningkatkan kualitas pendapatan, serta membangun fondasi pertumbuhan yang lebih resilien di tengah dinamika industri properti dan infrastruktur nasional.
Sebagai informasi, hingga akhir kuartal III 2025, TRIN membukukan laba bersih sebesar Rp31 miliar, melonjak 150 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kuartalan (quarter on quarter/QoQ), laba bersih perseroan tercatat meningkat 484 persen dari kuartal II 2025.
Manajemen TRIN menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari eksekusi strategi bisnis yang lebih efektif, peningkatan kualitas pelaksanaan proyek, serta penguatan tata kelola perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan momentum tersebut, TRIN optimistis dapat menutup 2025 dengan kinerja positif sekaligus menyongsong 2026 dengan fondasi finansial, organisasi, dan strategi yang lebih matang.


