Saham

TRIN Paparkan Visi Rahayu Saraswati, Arahkan Bisnis ke Green Development dan Data Center

PT Perintis Triniti Properti Tbk memaparkan visi strategis Rahayu Saraswati Djojohadikusumo setelah resmi terlibat dalam perseroan. Arah pengembangan bisnis difokuskan pada penguatan struktur permodalan serta ekspansi ke segmen green development, logistics park, hingga data center.

3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Visi strategis PT Perintis Triniti Properti Tbk TRIN bersama Rahayu Saraswati

TRIN teken MoU akuisisi Prima Pembangunan Propertindo untuk akuisisi mayoritas saham (Foto:TRIN)

Emitenhub.com - PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) memaparkan visi strategis Rahayu Saraswati Djojohadikusumo setelah resmi terlibat dalam perseroan. Keterlibatan tersebut diarahkan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus memperjelas arah bisnis jangka menengah hingga panjang TRIN.

Direktur Utama TRIN, Ishak Chandra, menjelaskan bahwa peran Rahayu Saraswati—putri Hashim Djojohadikusumo—difokuskan pada kontribusi strategis. Penekanan utama diarahkan pada pengembangan portofolio bisnis baru yang selaras dengan arah usaha perseroan.

“Penguatan visi dan optimalisasi potensi Ibu Rahayu difokuskan pada kontribusi strategis dalam membantu memperbaiki struktur permodalan dan penajaman arah pengembangan bisnis Perseroan,” ujar Ishak dalam tanggapan tertulis kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (22/1/2026).

Bidikan pengembangan bisnis mencakup sektor green development, logistics park, hingga data center, serta ekspansi ke segmen ultra-luxury hospitality. Strategi tersebut akan diperkuat melalui peran Rahayu Saraswati sebagai Komisaris Utama sekaligus mitra strategis perseroan.

Ishak menegaskan bahwa Rahayu Saraswati tidak memiliki kegiatan usaha properti lain di luar TRIN. Seluruh keterlibatan bisnisnya di sektor ini saat ini terpusat pada emiten berkode saham TRIN.

Terkait pergerakan harga saham, manajemen TRIN menilai penguatan yang terjadi merupakan bagian dari dinamika pasar. Saham TRIN mulai menunjukkan tren kenaikan sejak Oktober 2025 di level Rp108 per saham, dan perseroan membantah adanya kebocoran informasi internal sebelum pengumuman resmi keterlibatan Rahayu Saraswati.

Manajemen menilai penguatan harga saham perseroan sebelum pelaksanaan RUPSLB merupakan respons pasar terhadap dinamika perdagangan dan sentimen secara umum. Ishak menegaskan bahwa informasi mengenai bergabungnya Rahayu Saraswati baru disampaikan kepada publik melalui ringkasan risalah RUPSLB pada 2 Desember 2025.

Berdasarkan proforma susunan pemegang saham per 16 Desember 2025, struktur kepemilikan TRIN terdiri atas PT Kunci Daud Indonesia sebesar 36,34 persen dan PT Intan Investama Internasional sebesar 29,73 persen. Pemegang saham lainnya meliputi PT Panca Muara Jaya 5,82 persen, masyarakat 25,32 persen, serta saham treasuri 2,80 persen.

Dalam porsi kepemilikan masyarakat tersebut, tercantum entitas kendaraan investasi yang terkait dengan Rahayu Saraswati. Entitas tersebut meliputi PT Raksasa Satya Devya (RSD) dengan kepemilikan 4 persen dan PT Rada Saraswati Surya (RSS) sebesar 1 persen.

Manajemen menjelaskan bahwa RSD dan RSS dikategorikan sebagai pemegang saham minoritas dan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pengelolaan perseroan. Dalam struktur pengurus, RSD dipimpin oleh Rizky Emirdhani Utama selaku Direktur Utama, sementara RSS dipimpin oleh Philip Cahyono sebagai Direktur.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta klarifikasi kepada TRIN terkait kenaikan porsi saham free float dari 13,59 persen pada November 2025 menjadi 22,26 persen per Desember 2025. Kenaikan tersebut berasal dari pelepasan saham oleh pengendali, yakni PT Kunci Daud Indonesia dan PT Intan Investama Internasional, kepada RSD, RSS, serta masyarakat umum untuk tujuan investasi.

Iklan