Free Float TRIN Melonjak Usai Rahayu Saraswati Tambah Kepemilikan Saham
PT Perintis Triniti Properti Tbk menjelaskan mekanisme penambahan kepemilikan saham oleh Komisaris Utama, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, melalui dua kendaraan investasi. Transaksi ini mendorong kenaikan signifikan porsi free float sekaligus mengubah struktur pemegang saham perseroan.
TRIN melepas saham hasil buyback di harga Rp400 (Foto:TRIN)
Emitenhub.com - PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) memaparkan mekanisme penambahan kepemilikan saham oleh Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sebagai investor strategis. Emiten properti ini menjelaskan bahwa transaksi tersebut dilakukan melalui dua kendaraan investasi berbeda untuk memperkuat posisi Komisaris Utama perseroan.
Direktur Utama TRIN, Ishak Chandra, menyampaikan bahwa penambahan kepemilikan Rahayu Saraswati putri Hashim Djojohadikusumo dilakukan melalui PT Raksaka Satya Devya (RSD) dan PT Rada Saraswati Surya (RSS). Saat ini, RSD menguasai 4 persen saham sebagai kepemilikan tidak langsung, sementara RSS memegang 1 persen saham secara langsung.
Harga transaksi penambahan kepemilikan saham tersebut akan mengacu pada harga yang disepakati para pihak sebagaimana diatur dalam perjanjian, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan di pasar modal. Penjelasan ini disampaikan Direktur Utama TRIN, Ishak Chandra, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (22/1/2026).
Pelaksanaan transaksi direncanakan berlangsung secara bertahap, dengan Tahap I telah terealisasi pada 16 Desember 2025. Dalam transaksi tersebut, pihak yang bertindak sebagai penjual saham adalah PT Kunci Daud Indonesia (KDI) dan PT Intan Investama Internasional (III).
Perseroan juga memastikan struktur pengurus pada kedua kendaraan investasi yang digunakan. PT Raksaka Satya Devya (RSD) dipimpin Rizky Emirdhani Utama dan Nicholas sebagai Direktur, dengan Rifki Pratomo menjabat Komisaris. Sementara itu, PT Rada Saraswati Surya (RSS) dipimpin Philip Cahyono sebagai Direktur dan Michel Budi Wirjatmo sebagai Komisaris, dengan komposisi pemegang saham terdiri atas Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo dan PT Tiga Pilar Karang.
Langkah strategis tersebut berdampak langsung pada komposisi pemegang saham publik. Porsi saham free float TRIN meningkat menjadi 22,26 persen per 31 Desember 2025, dari sebelumnya 13,59 persen pada November 2025, setara dengan 338.587.933 lembar saham.
Manajemen menegaskan bahwa kepemilikan saham melalui RSD dan RSS diklasifikasikan sebagai saham masyarakat di bawah 5 persen. Status kepemilikan ini bersifat minoritas dan tidak disertai pengaruh signifikan terhadap pengelolaan perseroan secara langsung.
Pada saat yang sama, porsi kepemilikan pengendali mengalami penurunan. Per 15 Januari 2026, kepemilikan saham PT Kunci Daud Indonesia (KDI) turun menjadi 35,79 persen dan PT Intan Investama Internasional (III) menjadi 27,28 persen, sehingga total kepemilikan pengendali berada di level 63,07 persen, dari sebelumnya 72,07 persen pada November 2025.
Terkait arah bisnis ke depan, TRIN menegaskan fokus pada penguatan visi dan optimalisasi potensi usaha. Pengembangan diarahkan pada portofolio green development, logistics park, data center, serta segmen ultra-luxury hospitality.
Penguatan visi dan optimalisasi potensi Rahayu Saraswati diarahkan pada kontribusi strategis untuk membantu perbaikan struktur permodalan serta penajaman arah pengembangan bisnis perseroan. Penegasan tersebut disampaikan Direktur Utama TRIN, Ishak Chandra.
Manajemen turut mengklarifikasi isu pergerakan harga saham sebelum pengumuman resmi. Berdasarkan hasil analisis internal, tidak ditemukan indikasi kebocoran informasi kepada publik, sementara kenaikan harga saham dinilai sebagai respons pasar terhadap dinamika perdagangan dan sentimen umum.
Hingga saat ini, perseroan belum memiliki kebijakan tertulis terkait blackout period bagi pihak internal. Meski demikian, TRIN menyatakan komitmen untuk menjaga kepatuhan terhadap ketentuan pasar modal demi memastikan transparansi bagi seluruh investor.


