Saham

Petrosea (PTRO) Garap Proyek Batu Bara SINI Senilai Rp17,4 Triliun, Ini Progres Terbarunya

PT Petrosea Tbk (PTRO) menggarap proyek pengelolaan tambang batu bara milik anak usaha PT Singaraja Putra Tbk (SINI) dengan nilai kontrak Rp17,4 triliun. Proyek jangka panjang ini mencakup kegiatan overburden removal, produksi batu bara, serta pembangunan infrastruktur jalan tambang.

2 menit membaca
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
Aktivitas pertambangan Petrosea dalam proyek batu bara Singaraja Putra

Aktivitas pertambangan Petrosea dalam proyek batu bara Singaraja Putra (Foto:PTRO)

Emitenhub.com - PT Petrosea Tbk (PTRO) tengah menggarap proyek pengelolaan pertambangan batu bara milik anak usaha PT Singaraja Putra Tbk (SINI), yakni PT Pasir Bara Prima (PBP). Nilai kontrak proyek tersebut mencapai Rp17,4 triliun dengan jangka waktu sembilan tahun, periode 2024–2032.

Dalam proyek ini, Petrosea ditugaskan melakukan pengupasan dan pemindahan lapisan penutup (overburden removal) dengan volume mencapai 234,9 bank cubic meter (BCM), serta menangani produksi batu bara sebesar 26 juta ton.

Pelaksanaan proyek dimulai sejak 13 Agustus 2024 di tambang milik PBP yang berlokasi di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Hingga saat ini, realisasi kegiatan overburden removal yang dilakukan emiten milik Prajogo Pangestu tersebut telah mencapai lebih dari 7,2 juta BCM.

Selain itu, Petrosea bersama PBP membentuk anak usaha bernama PT Lintas Kelola Bersama (LKB) dengan komposisi kepemilikan 51 persen oleh Petrosea dan 49 persen oleh PBP. Entitas ini bertugas mengelola jalan tambang serta fasilitas pendukung, dan saat ini tengah menyelesaikan pembangunan jalan tambang (hauling road).

Jalan tambang yang akan dikelola oleh LKB memiliki total panjang sekitar 29,6 kilometer dan terbagi ke dalam enam segmen. Pelaksanaan konstruksi jalan tambang tersebut dipercayakan kepada Petrosea.

“Pencapaian ini menunjukkan kapabilitas Petrosea dalam mengelola proyek jasa pertambangan yang terintegrasi dengan pengelolaan infrastruktur jalan tambang secara berkelanjutan,” ujar Presiden Direktur Petrosea, Michael, dalam keterangan resmi, Senin (29/12/2025).

“Ke depan, kami akan memastikan setiap langkah pengembangan, termasuk pengelolaan hauling road, dijalankan secara prudent dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Petrosea yang merupakan anak usaha tidak langsung PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) berpeluang memperkuat sinergi serta mendukung seluruh proyek di dalam grup seiring rencana akuisisi CUAN terhadap SINI. Setelah menjadi pemegang saham utama SINI, Petrindo akan memiliki konsesi tambang batu bara. Total cadangan batu bara mencapai 378 juta ton. Ini mencakup thermal coal dan metallurgical coal. Hal ini bisa menjadikan Petrindo Group salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia.

Iklan