Saham PTRO Tertekan, Prospek Petrosea Didorong Akuisisi SINI & Kontrak Tambang
Prospek saham PTRO mendapat dukungan dari rencana akuisisi SINI oleh CUAN serta kontrak jasa pertambangan bernilai besar. Di sisi lain, saham Petrosea justru terkoreksi tajam di pasar.
Bahlil Lahadalia menunda rencana royalti tambahan tambang setelah saham energi dan basic material tertekan
Emitenhub.com - PT Petrosea Tbk (PTRO) berpeluang mendapatkan dorongan pertumbuhan kinerja seiring rencana induk usaha dari PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang tengah mengakuisisi PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Langkah korporasi tersebut menempatkan PTRO dalam lingkup ekspansi bisnis grup yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu.
Akuisisi ini dikaitkan dengan fase pertumbuhan baru bagi PTRO, seiring bertambahnya cadangan batu bara di tingkat grup dan menguatnya prospek kinerja jasa pertambangan yang menjadi lini utama perseroan.
Dalam riset terbarunya, Dennis Tay dan Tristan Elfan Z.R, analis riset Henan Putihrai Sekuritas, mencatat CUAN telah mengamankan kepemilikan 19,99 persen saham SINI dan sedang melakukan negosiasi untuk meningkatkan porsi kepemilikan hingga 51 persen.
Transaksi tersebut melengkapi kontrak Mining Services Agreement senilai US$1,08 miliar yang ditandatangani pada Agustus 2024 antara PTRO dan PT Pasir Bara Prima (PBP), entitas anak usaha dari SINI.
Didukung empat aset tambang batu bara milik SINI, akuisisi tersebut disebut akan meningkatkan cadangan batu bara grup dari sekitar 216 juta ton menjadi sekitar 378 juta ton, atau naik 75,1 persen. Dengan penambahan tersebut, grup dinilai masuk jajaran pemain batu bara berskala besar di Indonesia.
“Kami menilai akuisisi ini sangat menguntungkan bagi PTRO, sehingga mendorong kami menaikkan proyeksi overburden removal sepanjang 2026 sekitar 11,5 persen menjadi 201,0 juta BCM (bank cubic meter), serta pendapatan jasa tambang sekitar 10,1 persen menjadi US$617,7 juta,” jelas para analis dalam riset tertulis yang dirilis Kamis (22/1/2026).
Dari sisi operasional, PTRO juga memperkuat posisinya sebagai mitra infrastruktur utama SINI melalui PT Lintas Kelola Bersama (LKB), perusahaan patungan dengan komposisi kepemilikan 51 persen oleh PTRO dan 49 persen oleh PT Pasir Bara Prima (PBP). Saat ini, LKB mengelola infrastruktur jalan tambang khusus, termasuk proyek penyelesaian jalan angkut sepanjang 29,6 kilometer yang dibangun oleh PTRO.
Sinergi di tingkat grup juga dinilai mendukung perluasan bisnis offshore engineering, procurement, and construction (EPC). Anak usaha PTRO yang berbasis di Singapura, Scan-Bilt Pte. Ltd., memperoleh kontrak EPC pekerjaan sipil dan integrated facilities management dari Aster Chemicals and Energy untuk fasilitas di Bukom dan Jurong Island, dengan nilai sekitar US$29,1 juta untuk masa kerja 24 bulan.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, Henan Putihrai Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli atas saham PTRO dengan menaikkan target harga menjadi Rp16.000 dari sebelumnya Rp13.100. Target tersebut merefleksikan potensi kenaikan 29,3 persen, dengan penilaian berbasis discounted cash flow menggunakan asumsi weighted average cost of capital (WACC) 7,4 persen dan terminal growth 5 persen.
Mengacu pada data Bloomberg per Jumat (23/1/2026) malam, seluruh empat sekuritas yang saat ini mengulas prospek saham PTRO masih sejalan memberikan rekomendasi beli terhadap emiten jasa pertambangan tersebut.
Dalam konsensus terbaru, target harga saham PTRO berada di level Rp17.000 untuk horizon 12 bulan. Target tersebut mengindikasikan potensi imbal hasil sekitar 85,3 persen dibandingkan harga saham perseroan pada penutupan perdagangan hari ini di Rp9.175.
Pada perdagangan hari ini, harga saham PTRO tercatat turun 14,85 persen. Dengan pergerakan tersebut, saham perseroan telah terkoreksi 16,02 persen sejak awal tahun atau secara year-to-date.
Progres Proyek Jasa Tambang Petrosea (PTRO)
Manajemen Petrosea sebelumnya menyampaikan pembaruan terkait proyek jasa pertambangan yang tengah dijalankan perseroan, terutama melalui kontrak dengan PT Pasir Bara Prima (PBP), entitas anak PT Singaraja Putra Tbk (SINI).
Proyek tersebut mulai berjalan sejak 13 Agustus 2024 dan berlokasi di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Hingga saat ini, Petrosea telah merealisasikan aktivitas pengupasan dan pemindahan lapisan penutup (overburden removal) dengan volume lebih dari 7,2 juta bank cubic meter (BCM).
Kontrak jasa pertambangan ini memiliki durasi sepanjang usia tambang (life of mine) dengan estimasi nilai mencapai sekitar Rp17,4 triliun. Ruang lingkup pekerjaan meliputi pengupasan dan pemindahan lapisan penutup dengan estimasi total volume sekitar 234,9 juta BCM, serta target produksi batu bara sebesar 26,0 juta ton.
Presiden Direktur PTRO, Michael, menyatakan perseroan akan terus memperkuat sinergi dan mendukung seluruh proyek dalam grup, termasuk memastikan pencapaian kinerja optimal bagi entitas pertambangan lain milik SINI. Langkah tersebut diarahkan untuk menopang strategi pertumbuhan grup Petrindo seiring rencana akuisisi SINI.
Setelah resmi menjadi pemegang saham pengendali SINI, Michael menyampaikan bahwa secara konsolidasi grup Petrindo akan menguasai sejumlah konsesi tambang dengan total cadangan sekitar 378 juta ton batu bara termal dan metalurgi. Skala cadangan tersebut menempatkan Petrindo sebagai salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia.
Seiring dengan kemajuan proyek jasa pertambangan tersebut, PT Lintas Kelola Bersama (LKB), entitas patungan yang dimiliki 51 persen oleh Petrosea dan 49 persen oleh PT Pasir Bara Prima (PBP), saat ini tengah menyelesaikan pembangunan jalan tambang atau hauling road. LKB bertanggung jawab atas pengelolaan serta kepemilikan infrastruktur jalan tambang beserta seluruh fasilitas pendukungnya.
Jalan tambang yang akan dikelola oleh LKB memiliki total panjang sekitar 29,6 kilometer dan terbagi ke dalam enam segmen. Seluruh pekerjaan konstruksi jalan tambang tersebut dilaksanakan oleh Petrosea sebagai kontraktor utama.
Michael menyampaikan bahwa capaian tersebut menegaskan kemampuan Petrosea dalam mengelola proyek jasa pertambangan yang terintegrasi dengan pengembangan infrastruktur jalan tambang secara berkelanjutan. Ia menambahkan, ke depan perseroan akan memastikan setiap tahapan pengembangan, termasuk pengelolaan hauling road, dijalankan secara prudent dan sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.


