Saham

Prospek Saham BUMI Disorot Jelang MSCI Februari, Ini Katalis Versi Sekuritas

Saham Bumi Resources (BUMI) tetap menjadi sorotan meski melemah pada perdagangan terakhir. Sejumlah sekuritas menilai terdapat katalis dari rencana pemangkasan produksi batu bara serta sentimen rebalancing MSCI Global Standard pada Februari 2026.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Prospek saham BUMI jelang rebalancing MSCI Februari 2026

Saham BUMI Anjlok 12,9 Persen dalam Sepekan ke Level Rp216 (Foto:BUMI)

Emitenhub.com - Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) masih berada dalam perhatian pelaku pasar, meski pergerakannya tertekan pada perdagangan terakhir. Pada Kamis (15/1/2026) pekan lalu, saham BUMI ditutup melemah 2,84% ke level Rp410.

CGS International Sekuritas mencatat terdapat setidaknya dua katalis utama yang melekat pada saham Bumi Resources. Katalis pertama berkaitan dengan rencana pemangkasan produksi batu bara mulai tahun ini, yang diharapkan dapat mendukung pemulihan harga batu bara global.

Selain itu, CGS juga menyoroti peluang Bumi Resources untuk masuk ke dalam indeks MSCI Global Standard pada rebalancing Februari 2026. Faktor ini ditempatkan sebagai sentimen tambahan yang berpotensi memengaruhi perhatian investor terhadap saham BUMI.

Di sisi lain, Maybank Sekuritas menilai fokus pasar terhadap BUMI bergeser seiring kepemilikan Chengdong Investment Corporation (CIC) yang telah turun di bawah 5%. Perhatian investor kini diarahkan pada sentimen rebalancing MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada Februari mendatang.

“Hal ini mendorong volatilitas yang lebih tinggi mendekati jadwal rebalancing, terutama di tengah penantian terkait regulasi free float yang baru,” tulis Maybank dalam ulasannya.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai pergerakan saham BUMI masih berada dalam tren bullish. Saat ini, harga saham disebut tengah menguji area support di kisaran 400–426.

“Selama harga bertahan di atas level tersebut, tren dinilai tetap bullish dengan potensi menuju area resistance terdekat di 480,” pungkas BRIDS.

Iklan