OJK Siap Bertemu MSCI, Pastikan Isu Transparansi Pasar Modal Tuntas
OJK memastikan kesiapan penuh menghadapi pertemuan dengan MSCI untuk menuntaskan isu transparansi pasar modal. BEI turut membawa agenda keterbukaan data pemegang saham dan perombakan klasifikasi investor demi memulihkan kepercayaan investor asing.
Pembagian dividen interim saham AMOR tahun buku 2025
Emitenhub.com - Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, menyatakan otoritas pasar modal Indonesia telah siap sepenuhnya menghadapi pertemuan krusial dengan MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (2/2/2026) sore.
Pertemuan tersebut diarahkan untuk memberikan konfirmasi atas seluruh permintaan transparansi yang sebelumnya menjadi perhatian dan keberatan dari pihak MSCI.
“Saya terinfo kemungkinan di waktu sore hari besok,” ujar Hasan saat ditemui awak media pada Minggu (1/2/2026).
Hasan menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan internal, seluruh persyaratan yang diajukan oleh penyedia indeks global tersebut dinyatakan dapat dipenuhi oleh pihak Indonesia.
“Kami sudah memberikan instruksi kepada tim di OJK dan SRO. Dan terkonfirmasi per hari ini seluruh concern, atau permintaan dari pihak indeks provider global tersebut, setelah kami periksa, tidak ada yang tidak bisa kami hadirkan dan penuhi,” ujar Hasan.
Hasan berharap pertemuan yang dijadwalkan berlangsung besok dapat langsung menghasilkan pernyataan resmi atau kesepakatan bersama, sehingga mampu meredam gejolak yang sempat terjadi di pasar.
Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, turut mendampingi OJK dalam pertemuan tersebut dan memaparkan sejumlah poin strategis yang akan dibahas dengan pihak MSCI.
Salah satu agenda utama yang dibawa adalah rencana peningkatan keterbukaan data nama pemegang saham dengan porsi kepemilikan di bawah 5 persen, sebagai langkah penyesuaian standar transparansi pasar modal Indonesia dengan praktik bursa global.
Selain keterbukaan data, BEI juga menyatakan komitmen untuk menyesuaikan klasifikasi investor. Skema yang sebelumnya hanya mencakup sembilan kategori akan diperluas menjadi lebih rinci sesuai ekspektasi MSCI, termasuk pengelompokan entitas seperti sovereign wealth fund (SWF) hingga private equity (PE).
Otoritas menargetkan kesepakatan dengan MSCI dapat dicapai dalam waktu dekat pada bulan ini guna memulihkan kepercayaan investor asing. Dalam konteks tersebut, Jeffrey Hendrik mengimbau pelaku pasar agar tetap bersikap tenang dan rasional saat perdagangan kembali dibuka.
“Saya dengan tim dan OJK juga akan hadir. Kami tidak pada posisi memperkirakan pergerakan indeks, yang kami yakinkan adalah tidak ada persoalan sama sekali. Semuanya baik-baik saja,” ujar Jeffrey.
Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada sore hari itu dipandang menjadi penentu arah bobot saham Indonesia di indeks global, apakah tetap dipertahankan atau memperoleh penyesuaian baru yang dinilai lebih positif seiring langkah reformasi integritas pasar.


