Market

OJK Ajukan 4 Proposal ke MSCI dan FTSE, Free Float Naik Jadi 15%

OJK menyiapkan empat proposal untuk merespons catatan MSCI dan FTSE, termasuk peningkatan free float menjadi 15% dan transparansi kepemilikan saham di atas 1%. Evaluasi lanjutan dijadwalkan pada Mei mendatang.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
OJK komunikasi dengan MSCI dan FTSE terkait evaluasi pasar Indonesia

Ilustrasi daftar saham top gainers sepekan dengan lonjakan harga tertinggi dipimpin SOTS dan ELPI

Emitenhub.com - Upaya menjaga posisi pasar modal Indonesia di mata global terus dilakukan Otoritas Jasa Keuangan dengan menjalin komunikasi intensif bersama penyedia indeks internasional seperti MSCI dan FTSE Russell. Langkah ini ditujukan untuk merespons sejumlah catatan yang disampaikan kedua lembaga tersebut terhadap pasar domestik.

Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan pertemuan dengan MSCI dan FTSE telah berlangsung sedikitnya empat kali sejak Februari hingga awal Maret. Komunikasi mencakup jajaran pimpinan, analis, hingga tim teknis guna memastikan solusi yang ditawarkan Indonesia dapat diterima pelaku pasar global.

Sebagai tindak lanjut, OJK menyiapkan empat proposal utama yang berdiri terpisah dari delapan rencana aksi jangka menengah dan panjang yang telah disusun sebelumnya.

Proposal pertama menitikberatkan pada transparansi data kepemilikan saham melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Rincian identitas investor akan diperluas dengan klasifikasi yang meningkat dari sembilan menjadi 28 tipe.

Proposal kedua mewajibkan keterbukaan kepemilikan bagi investor dengan porsi di atas 1 persen. Sebelumnya, kewajiban pelaporan baru berlaku untuk kepemilikan di atas 5 persen. Perubahan ini memperluas cakupan transparansi pasar.

Kebijakan ketiga menyasar peningkatan batas minimum saham beredar di publik. OJK berencana menaikkan ambang free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen secara bertahap guna memperluas partisipasi investor publik.

Terakhir, otoritas akan merilis daftar konsentrasi pemegang saham. Informasi ini memungkinkan investor dan penyedia indeks global menilai risiko konsentrasi serta tingkat ketersediaan saham di pasar.

Hasan Fawzi menegaskan komunikasi dengan penyedia indeks dilakukan secara terbuka hingga ke tingkat teknis untuk memastikan proposal solusi yang diajukan dapat diterima. Dialog tersebut disebut berlangsung konstruktif.

Respons dari MSCI dan FTSE Russell dinilai positif terhadap agenda perbaikan yang ditawarkan. Dalam pertemuan yang bersifat tertutup, kedua lembaga disebut sementara dapat menerima seluruh proposal solusi yang diajukan OJK.

Evaluasi lanjutan oleh MSCI dijadwalkan berlangsung pada Mei. Sebagai tindak lanjut, pimpinan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dan Bursa Efek Indonesia akan mulai mengumumkan rincian transparansi data secara bertahap kepada publik. OJK menargetkan respons awal analis global dapat terbentuk sebelum batas waktu evaluasi tersebut.

Iklan