Saham

PTBA Dukung Hilirisasi Bauksit di Mempawah Lewat Pasokan Energi Berkelanjutan

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengambil peran strategis dalam proyek hilirisasi bauksit–alumina–aluminium di Mempawah melalui penyediaan energi berkelanjutan. Dukungan ini menjadi bagian dari sinergi Grup MIND ID untuk memperkuat rantai pasok industri dan kemandirian energi nasional.

3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
PTBA mendukung hilirisasi bauksit dan smelter aluminium di Mempawah

Kawasan proyek hilirisasi bauksit alumina aluminium Mempawah Kalimantan Barat MIND ID (Foto:PTBA)

Emitenhub.com - PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota holding industri pertambangan Indonesia MIND ID, mengambil peran strategis dalam pengembangan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit–Alumina–Aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, melalui penyediaan pasokan energi yang andal dan berkelanjutan.

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menyampaikan keterlibatan perseroan dalam pemenuhan kebutuhan energi proyek strategis nasional di Mempawah mencerminkan sinergi antaranggota Grup MIND ID untuk mendorong penciptaan nilai tambah di dalam negeri.

“PTBA berkomitmen mendukung program strategis hilirisasi nasional melalui penyediaan energi yang andal, efisien, dan berdaya saing. Dukungan energi bagi Pengolahan dan Pemurnian Alumina–Aluminium Terpadu di Mempawah menjadi bukti keseriusan perseroan dalam memperkuat rantai pasok industri dan ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong percepatan hilirisasi berbasis sumber daya alam serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujar Direktur Utama Bukit Asam Arsal Ismail dalam keterangan resmi, Jumat (6/2/2026).

Pasokan energi yang disiapkan perseroan tidak hanya menopang operasional fasilitas pemurnian, tetapi juga memberikan kepastian bagi investasi, meningkatkan daya saing industri aluminium nasional, serta memperkuat kemandirian industri strategis. Energi yang disalurkan dirancang menggunakan teknologi yang lebih canggih dan ramah lingkungan.

Melalui dukungan energi yang terintegrasi dengan proyek hilirisasi bauksit alumina aluminium, perseroan menegaskan perannya dalam mendorong transformasi industri nasional. Peran tersebut sejalan dengan agenda penguatan kemandirian energi dan industrialisasi berbasis sumber daya dalam negeri.

Sebagai bagian dari ekosistem hilirisasi mineral nasional, PTBA mengambil peran dalam memastikan ketersediaan solusi energi untuk memenuhi kebutuhan operasional smelter aluminium. Penyediaan pasokan energi ini diposisikan sebagai fondasi keberlanjutan operasi pengolahan dan pemurnian secara terintegrasi.

Fasilitas terintegrasi tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga 3 juta ton bauksit menjadi 1 juta ton alumina per tahun, yang selanjutnya diolah menjadi sekitar 600 ribu ton aluminium. Proyek ini juga diproyeksikan membuka potensi penyerapan lebih dari 65 ribu tenaga kerja, tidak hanya di sektor pertambangan, tetapi juga pada industri pendukung, infrastruktur daerah, serta UMKM dalam rantai ekosistem hilirisasi.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menekankan bahwa pengembangan ekosistem terintegrasi ini mendorong sumber daya mineral bertransformasi dari komoditas ekspor mentah menjadi bahan baku strategis bagi industri nasional.

“Melalui Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit–Alumina–Aluminium ini, kita berupaya mewujudkan transformasi industri yang mampu mendorong penciptaan lapangan kerja dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Rosan.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan komitmen Grup MIND ID untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya mineral secara bertanggung jawab. Pengolahan di dalam negeri dinilai penting agar kekayaan alam mampu menciptakan efek berganda ekonomi dan menopang pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Proyek ini merupakan karya anak bangsa. Inilah wujud kontribusi Grup MIND ID dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat ekonomi, dan menjaga kedaulatan negara untuk peradaban masa depan Indonesia,” ujar Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin.

Sejalan dengan itu, ketersediaan pasokan energi yang stabil diposisikan sebagai faktor krusial untuk menjamin keberlanjutan proses pengolahan bauksit menjadi alumina hingga aluminium, mengingat seluruh tahapan produksi tersebut membutuhkan suplai energi dalam skala besar dan berkesinambungan.

Iklan