Market

Hilirisasi Bauksit Mempawah Dorong Ekonomi Daerah dan Investasi Hilirisasi Nasional

Pengembangan proyek hilirisasi bauksit hingga aluminium di Mempawah dinilai mendorong aktivitas ekonomi daerah dan memperluas penyerapan tenaga kerja. Di tingkat nasional, investasi hilirisasi menunjukkan peningkatan signifikan dan menjadi salah satu pilar penguatan industrialisasi Indonesia.

3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Kawasan proyek hilirisasi bauksit alumina aluminium Mempawah Kalimantan Barat MIND ID

Kawasan proyek hilirisasi bauksit alumina aluminium Mempawah Kalimantan Barat MIND ID (Foto:PTBA)

Emitenhub - Proyek pengolahan bauksit hingga aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, dipandang sebagai penggerak baru aktivitas ekonomi daerah. Rantai hilirisasi ini menempatkan wilayah penghasil bahan mentah masuk ke tahap industri bernilai tambah. Dari perspektif pasar modal, arah ini menegaskan fokus penguatan industri mineral domestik.

Inisiatif pembangunan proyek dijalankan Grup MIND ID bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Skema hilirisasi terintegrasi diarahkan untuk memperluas basis industri sekaligus menyerap tenaga kerja lokal. Proyek ini berskala besar.

Data Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Kalimantan Barat pada 2025 tumbuh 5,39 persen. Pada 2024, pertumbuhan tercatat 4,90 persen. Sektor pertambangan dan penggalian mencatat ekspansi tertinggi dengan kenaikan 31,48 persen.

Bupati Mempawah Erlina menilai hilirisasi mulai menggeser struktur ekonomi daerah dari ketergantungan bahan mentah. Aktivitas turunan industri disebut mendorong pergerakan sektor lain, menciptakan lapangan kerja, dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Investor akan mencermati kesinambungan dampak ekonomi kawasan industri tersebut.

Penyerapan tenaga kerja disebut menjadi dampak utama dari proyek hilirisasi di Mempawah. Bupati Mempawah Erlina menyatakan aktivitas proyek juga memicu arus kedatangan pekerja dari luar daerah yang ikut mendorong perputaran ekonomi lokal. Hal tersebut dinilai memperkuat laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat, terutama di wilayah Kabupaten Mempawah, dalam keterangan resmi, Senin (9/2/2026).

Dampak ekonomi proyek hilirisasi yang lebih dulu berjalan mulai terlihat di tingkat masyarakat. Usaha penunjang berkembang di sekitar kawasan industri, mulai dari homestay, rumah kos, hingga usaha kuliner. Aktivitas ekonomi lokal meningkat.

Kebutuhan hunian dan layanan pendukung disebut meningkat seiring aktivitas proyek berjalan. Kondisi ini membuka ruang sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar kawasan industri, menurut pernyataan Erlina.

Program tanggung jawab sosial perusahaan yang dijalankan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) disebut memberi dampak tambahan bagi masyarakat sekitar kawasan industri. Bupati Mempawah Erlina berharap pengembangan program CSR ke depan semakin memperkuat sektor pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, agar lebih banyak tenaga kerja lokal memiliki kompetensi untuk masuk ke kawasan industri.

Grup MIND ID saat ini telah mengoperasikan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I di Mempawah untuk mengolah bauksit menjadi alumina. Fasilitas ini menjadi bagian penting rantai pasok hilirisasi bauksit hingga aluminium yang sebelumnya belum terbangun secara terintegrasi di dalam negeri.

Pengembangan ekosistem hilirisasi dilanjutkan melalui prosesi groundbreaking terbaru. Grup MIND ID menargetkan pembangunan Smelter Aluminium Baru dan SGAR Fase II untuk memperkuat integrasi industri dari tahap hulu sampai hilir.

Kontribusi hilirisasi terhadap ekonomi nasional disebut terus menguat dalam beberapa tahun terakhir. CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan arah percepatan hilirisasi mengikuti kebijakan Presiden Prabowo Subianto agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat daerah. Dari perspektif pasar modal, arah ini menegaskan posisi hilirisasi sebagai pilar industrialisasi nasional.

Investasi hilirisasi pada 2025 tercatat Rp580,4 triliun. Angka ini setara sekitar 30 persen dari total investasi nasional. Nilai tersebut meningkat 43,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemerintah juga mendorong penyebaran proyek hilirisasi agar tidak terkonsentrasi di wilayah seperti Maluku dan Sulawesi. Ekspansi diarahkan mencakup daerah lain termasuk Kalimantan Barat untuk memperkuat struktur pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih merata dan berkelanjutan.

Iklan