WMUU Rights Issue 6,1 Miliar Saham, Induk Usaha Konversi Utang Jadi Ekuitas
PT Widodo Makmur Unggas Tbk berencana menggelar rights issue dengan menerbitkan 6,1 miliar saham baru. Sebagian pelaksanaan dilakukan melalui konversi piutang induk usaha untuk memperbaiki struktur permodalan perseroan.
WMUU rights issue Rp600,47 miliar 6 miliar saham baru harga Rp100 WMPP komitmen penuh (Foto:WMUU)
Emitenhub - PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) menyiapkan langkah pendanaan baru melalui skema Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Aksi korporasi ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat struktur permodalan.
Berdasarkan prospektus yang dirilis Senin (23/2/2026), perseroan akan menerbitkan sebanyak 6,1 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham.
Sebagian pelaksanaan rights issue tersebut akan dilakukan melalui mekanisme konversi hak tagih induk usaha, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP), kepada perseroan. Skema ini menjadi bagian dari struktur transaksi PMHMETD yang direncanakan.
Adapun sisa dana hasil PMHMETD, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan untuk memperkuat modal kerja WMUU.
PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) selaku pemegang saham pengendali menyatakan akan melaksanakan seluruh haknya dalam aksi rights issue tersebut melalui mekanisme konversi piutang menjadi saham. Langkah ini diarahkan untuk memperbaiki struktur permodalan perseroan.
Manajemen menyampaikan bahwa konversi hak tagih WMPP terhadap perseroan akan menurunkan rasio pinjaman terhadap ekuitas. Perubahan tersebut diharapkan berdampak langsung pada perbaikan struktur permodalan WMUU.
Perseroan mengingatkan bahwa pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam HMETD berisiko mengalami penurunan porsi kepemilikan saham. Ketentuan tersebut melekat pada struktur pelaksanaan rights issue yang direncanakan.
Terkait aksi korporasi ini, WMUU akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 2 April 2026.
Dari sisi kinerja, WMUU masih membukukan rugi bersih sebesar Rp69,57 miliar hingga September 2025. Namun, angka tersebut tercatat menyusut 31,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp101,47 miliar.
Di tengah kondisi tersebut, penjualan bersih perseroan meningkat signifikan sebesar 111,87 persen menjadi Rp505,7 miliar, seiring penerapan strategi efisiensi yang dijalankan manajemen.


