Saham

Laba AUTO Tembus Rp2,2 Triliun di 2025, Mesin Uang Astra Tetap Ngebut

PT Astra Autoparts Tbk mencatat laba bersih Rp2,2 triliun sepanjang 2025, tumbuh 8,4 persen secara tahunan. Kinerja positif ini ditopang pendapatan yang naik, efisiensi biaya, serta arus kas operasional yang semakin kuat.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Kinerja keuangan Astra Autoparts 2025 laba AUTO

Kinerja keuangan Astra Autoparts 2025 laba AUTO (Foto:AUTO)

Emitenhub - PT Astra Autoparts Tbk (AUTO), anggota Astra Group, mencatatkan kinerja positif di tengah tekanan industri otomotif. Produsen suku cadang kendaraan bermotor tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun sepanjang 2025.

Perolehan laba itu meningkat 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp2,03 triliun. Seiring dengan kenaikan kinerja tersebut, laba dasar per saham perseroan turut naik menjadi Rp457,5.

Pendapatan bersih Astra Autoparts pada 2025 tercatat meningkat 4,4 persen menjadi Rp19,9 triliun, sebagaimana tercermin dalam laporan keuangan perseroan yang dirilis Selasa (24/2/2026). Kenaikan pendapatan tersebut berjalan seiring dengan perbaikan kinerja laba sepanjang tahun.

Dari sisi pelanggan utama, PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) tetap menjadi kontributor terbesar. Penjualan kepada AHM mencapai Rp4,46 triliun, sementara kontribusi ADM tercatat Rp1,23 triliun, dengan total porsi keduanya menyumbang 28,5 persen terhadap pendapatan Astra Autoparts.

Laba kotor perseroan tercatat meningkat 9,8 persen menjadi Rp3,4 triliun. Pada saat yang sama, beban pokok pendapatan masih terjaga dengan kenaikan 3,3 persen menjadi Rp16,54 triliun.

Kondisi tersebut menunjukkan laju pertumbuhan beban yang lebih lambat dibandingkan pendapatan. Situasi ini mencerminkan pengendalian biaya produksi, termasuk pengelolaan bahan baku dan tenaga kerja.

Beban usaha juga tercatat relatif terkendali, dengan beban penjualan naik 6 persen menjadi Rp1,05 triliun serta beban umum dan administrasi meningkat 4 persen menjadi Rp1,07 triliun. Selain itu, perseroan membukukan kontribusi laba bersih dari entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar Rp1,18 triliun.

Dari sisi neraca, kas dan setara kas Astra Autoparts tercatat sebesar Rp4,53 triliun dengan persediaan mencapai Rp2,53 triliun. Seiring dengan itu, total aset perseroan meningkat 7,6 persen menjadi Rp22,6 triliun.

Liabilitas tercatat naik tipis 1 persen menjadi Rp4,52 triliun, sementara ekuitas tumbuh 9 persen menjadi Rp15,7 triliun. Struktur tersebut menunjukkan porsi ekuitas yang lebih besar dibandingkan kewajiban, mencerminkan kondisi keuangan yang solid.

Perseroan juga membukukan arus kas dari aktivitas operasional sebesar Rp1,94 triliun, meningkat 27 persen dibandingkan akhir 2024 yang sebesar Rp1,53 triliun. Kinerja arus kas ini menempatkan Astra Autoparts sebagai salah satu kontributor kas utama dalam grup usaha Astra.

Iklan