Saham

Saham RATU Diramal Tembus Rp13.000-an, Ini Sentimen dan Prospek Terbarunya

Saham RATU menguat dan kembali diburu investor asing, meski analis melihat potensi koreksi jangka pendek sebelum melanjutkan tren naik menuju target Rp13.000-an. Sentimen positif datang dari penunjukan RATU sebagai pemenang akuisisi SMS Development Limited yang memiliki eksposur 20% di HCML, operator besar pengembangan gas di Madura. Aksi korporasi ini dinilai memperkuat portofolio perseroan di sektor hulu migas.

2 menit membaca Sumber: Investor.id
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
Grafik pergerakan saham RATU dan prospek kenaikan harga menurut analis

Salah satu fasilitas milik PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU). (Foto: RATU)

Emitenhub - Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), emiten milik Happy Hapsoro, menguat 0,21% ke level Rp11.775 pada penutupan perdagangan Kamis (4/12/2025). Saham RATU juga diminati investor asing.

Sebanyak 34,48 juta saham emiten energi tersebut diperdagangkan dengan 12.222 transaksi dan nilai transaksi mencapai Rp414,17 miliar. Investor asing mencatat net buy sebesar Rp73,15 miliar di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (3/12/2025), saham Raharja Energi Cepu sempat melonjak 3,07%.

Meski mencatat penguatan, MNC Sekuritas menilai saham RATU mulai menunjukkan tekanan jual. Broker tersebut memperkirakan harga RATU dapat terkoreksi lebih dahulu ke area 11.550–11.725, sehingga merekomendasikan strategi buy on weakness di kisaran tersebut.

Ke depan, saham RATU dinilai berpotensi melanjutkan tren naik dengan target harga pertama di 12.675 dan target kedua di 13.550, sementara level stoploss disarankan berada di bawah 11.325.

Sebelumnya, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mengumumkan bahwa perseroan ditetapkan sebagai pemenang akuisisi SMS Development Limited (SMSDL), entitas yang memegang 20% partisipasi tidak langsung di Husky–CNOOC Madura Limited (HCML). HCML merupakan operator utama pengembangan dan produksi gas di Madura sekaligus salah satu produsen gas terbesar di Jawa Timur.

Blok Madura terdiri dari tiga kluster produksi utama BD Field, 2M Field (MDA–MBH–MDK), dan MAC Field dengan produksi gabungan sekitar 240 MMSCFD gas. Blok ini juga memiliki remaining gas reserve sebesar 708 BCF dan remaining condensate reserve 8,42 MMBOE, menjadikannya aset gas strategis yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan energi regional.

Penetapan RATU sebagai pemenang dilakukan setelah melalui proses evaluasi menyeluruh terhadap proposal penawaran yang diajukan perseroan. Keputusan tersebut menjadi langkah awal bagi RATU dalam memperkuat portofolio investasi di sektor hulu migas, sejalan dengan strategi pertumbuhan perusahaan di industri energi nasional.

Direktur Utama RATU, Sumantri Suwarno, menyatakan bahwa capaian ini merupakan momentum penting bagi perseroan.

“Penetapan RATU sebagai pemenang tender merupakan pengakuan atas kesiapan dan kompetensi kami untuk berpartisipasi dalam proyek energi strategis nasional. Namun, kami menegaskan bahwa seluruh proses tindak lanjut termasuk struktur transaksi, pembiayaan, dan penyertaan modal masih belum ditetapkan dan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (1/12/2025).

Iklan