Saham Migas Rontok Meski Harga Minyak Dunia Naik, RUIS dan RATU Tertekan
Saham-saham migas di BEI melemah meski harga minyak WTI dan Brent kembali menguat. Aksi profit taking terjadi setelah reli tajam sehari sebelumnya di tengah konflik Timur Tengah.
Pergerakan saham migas di BEI saat harga minyak dunia naik
Emitenhub.com - Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) anjlok 7,74 persen ke Rp284 per unit, disusul PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU
) yang turun 5,24 persen menjadi Rp6.775 per unit, dan PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) 5,43 persen.
Selain tiga nama di atas, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) tergerus 3,76 persen, PT Elnusa Tbk (ELSA) tergelincir 3,00 persen, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) minus 2,19 persen.
Saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) turun 0,64 persen, sedangkan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) terkoreksi 0,45 persen. Pelemahan terjadi di tengah tekanan sektor migas secara keseluruhan.
Harga minyak justru menguat pada sesi pagi perdagangan Asia 3 Maret 2026. Konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah menjaga risiko gangguan pasokan tetap tinggi.
Kepala Komoditas Vontobel, Kerstin Hottner, menyebut konflik militer antara Amerika Serikat/Israel dan Iran telah mengguncang pasar energi global, sebagaimana dikutip dari The Wall Street Journal. Pernyataan itu menyoroti dampak langsung eskalasi geopolitik terhadap sentimen komoditas.
Ia menambahkan bahwa Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia, praktis terhenti akibat konflik. Durasi dan intensitas ketegangan dinilai akan menentukan arah lanskap energi dalam waktu dekat.
Kontrak berjangka minyak mentah WTI terdekat naik 0,8 persen ke USD71,80 per barel, sedangkan Brent menguat 1,1 persen ke USD78,59 per barel. Pada perdagangan 2 Maret, keduanya melonjak lebih dari 6 persen.


