Saham

ENRG Laporkan Transaksi Afiliasi USD13 Juta untuk Proyek Hulu Migas, Saham Melonjak 8,64%

ENRG melaporkan transaksi afiliasi pengadaan barang strategis senilai USD13,08 juta untuk mendukung operasional hulu migas anak usaha. Manajemen menegaskan transaksi tidak berdampak pada kondisi keuangan, sementara saham ENRG melonjak di pasar.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi proyek hulu migas ENRG dan transaksi afiliasi pengadaan barang strategis

Ilustrasi kegiatan pengeboran Energi Mega Persada di Blok South CPP Riau usai temuan potensi minyak 15,6 juta barel dan aktivasi sumur Bentu-2 (Foto:ENRG)

Emitenhub.com - Emiten minyak dan gas bumi PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melaporkan transaksi afiliasi yang berkaitan dengan pengadaan barang strategis untuk menunjang operasional anak usaha di sektor hulu migas. Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan infrastruktur operasional perseroan.

Wakil Direktur Utama ENRG Edoardus Ardianto menjelaskan bahwa transaksi tersebut melibatkan Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd (EEES) sebagai pemberi kerja. Adapun pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh konsorsium yang terdiri dari PT Mitra Raya Energi dan PT Energi Drilling Utama (Konsorsium MRE-EDU).

Kerja sama tersebut dituangkan dalam Kontrak Penyediaan Barang Long Lead yang ditandatangani pada Jumat, 27 Februari 2026. Nilai maksimum kontrak mencapai USD13.084.391,55 dengan jangka waktu pengerjaan selama 17 bulan, yang dialokasikan untuk pengadaan barang kategori long lead guna mendukung infrastruktur dan keberlangsungan operasi hulu migas.

Edoardus menambahkan bahwa transaksi tersebut dikategorikan sebagai transaksi afiliasi yang dikecualikan. Perseroan secara tidak langsung memiliki 100% saham pada EEES maupun PT Energi Drilling Utama, sehingga transaksi berlangsung dalam lingkup entitas anak yang berada di bawah kendali penuh grup EMP.

Ia menegaskan bahwa transaksi ini tidak memberikan dampak terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Sebaliknya, skema pengadaan terintegrasi antar entitas anak dinilai mampu meningkatkan efisiensi serta menjamin ketersediaan material strategis bagi proyek hulu migas yang sedang berjalan.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 27 Februari 2026, saham ENRG melonjak 8,64% ke level Rp1.760 per saham.

Iklan