Laba CMRY Melonjak 34% di 2025, Penjualan Tembus Rp10,7 Triliun
Cisarua Mountain Dairy (CMRY) mencatat lonjakan laba bersih 33,8% sepanjang 2025 seiring pertumbuhan penjualan dua digit dari segmen dairy dan consumer foods. Penguatan arus kas dan neraca menegaskan solidnya fundamental emiten konsumer ini.
Kinerja laba dan penjualan Cimory 2025 (Foto:CMRY)
Emitenhub.com - PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mencatatkan kinerja keuangan yang menguat sepanjang 2025 dengan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp2,03 triliun. Perolehan tersebut melonjak 33,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring pertumbuhan penjualan bersih sebesar 18,82 persen menjadi Rp10,72 triliun.
Pertumbuhan laba didorong oleh peningkatan kontribusi dari dua segmen utama perseroan. Segmen produk olahan susu membukukan penjualan sebesar Rp4,07 triliun, sementara segmen makanan konsumsi mencatatkan penjualan Rp6,65 triliun sepanjang 2025.
Direktur Utama Cimory Group, Farell Sutantio, menyampaikan bahwa kinerja positif tersebut ditopang oleh konsistensi inovasi produk, perluasan saluran distribusi, penetrasi pasar ekspor, serta peningkatan efisiensi operasional. Menurutnya, perseroan tetap berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan melalui penguatan portofolio produk makanan dan minuman premium berbasis protein.
Dari sisi neraca, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mencatatkan peningkatan total aset menjadi Rp8,74 triliun dari Rp8,19 triliun pada 2024. Komposisi aset terdiri atas aset lancar sebesar Rp4,19 triliun dan aset nonlancar Rp4,55 triliun, sementara total liabilitas tercatat Rp1,96 triliun dengan liabilitas jangka pendek Rp1,88 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp74,14 miliar. Sejalan dengan itu, total ekuitas perseroan tumbuh menjadi Rp6,78 triliun.
Penguatan juga tercermin pada arus kas. Arus kas bersih dari aktivitas operasi sepanjang 2025 tercatat surplus Rp1,91 triliun, meningkat 10,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan penerimaan kas dari pelanggan yang tumbuh 17,56 persen menjadi Rp10,58 triliun.


