Saham

Laba JPFA Melonjak 33% di 2025, Penjualan Tembus Rp60,7 Triliun

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mencatat pertumbuhan laba dan penjualan sepanjang 2025, didukung efisiensi operasional, kenaikan harga jual unggas, serta peningkatan volume di seluruh segmen usaha. Laba bersih melonjak dua digit seiring penguatan laba usaha dan kinerja neraca yang semakin solid.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Kinerja keuangan JPFA 2025 laba dan penjualan meningkat

JPFA mencatat laba bersih Rp1,82 triliun dan tetap masuk MSCI Small Cap setelah rebalancing Mei 2026 (Foto:JPFA)

Emitenhub.com - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) membukukan kinerja solid sepanjang 2025 dengan pertumbuhan penjualan dan laba yang tetap terjaga. Hasil tersebut didorong oleh pengendalian biaya operasional, kenaikan harga jual rata-rata produk unggas, serta peningkatan volume penjualan di seluruh segmen usaha perseroan.

Dalam laporan keuangan audit per Desember 2025, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp4,03 triliun atau setara Rp344 per saham. Capaian ini meningkat 32,63% dibandingkan laba Rp3,06 triliun atau Rp260 per saham pada tahun 2024.

Kinerja laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. Penjualan bersih JPFA naik 8,8% menjadi Rp60,71 triliun sepanjang 2025, dibandingkan Rp55,8 triliun pada tahun sebelumnya.

Struktur pendapatan JPFA pada 2025 masih ditopang oleh segmen peternakan komersial dengan kontribusi Rp24,5 triliun. Selanjutnya, penjualan dari produk pakan ternak mencapai Rp15,78 triliun, diikuti pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen sebesar Rp10,64 triliun. Segmen budidaya perairan menyumbang Rp5,13 triliun, pembibitan unggas Rp3,54 triliun, serta perdagangan dan lain-lain sebesar Rp2,3 triliun.

Kenaikan penjualan tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan beban pokok penjualan yang naik 6,59% menjadi Rp47,52 triliun pada 2025, dari Rp44,58 triliun pada tahun sebelumnya. Meski demikian, laba kotor perseroan tetap tumbuh 17,58% menjadi Rp13,19 triliun, dibandingkan Rp11,21 triliun pada 2024.

Pada periode yang sama, beban penjualan dan pemasaran JPFA meningkat 19,89% menjadi Rp2,69 triliun pada 2025, dibandingkan Rp2,25 triliun pada tahun sebelumnya. Beban umum dan administrasi juga naik 15,68% menjadi Rp4,34 triliun. Di tengah kenaikan beban tersebut, laba usaha perseroan tetap tumbuh 22,15% menjadi Rp6,18 triliun, dari Rp5,06 triliun pada 2024.

Dari sisi neraca, total aset JPFA tercatat Rp40,06 triliun pada 2025, meningkat 15,56% dibandingkan Rp34,66 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, total liabilitas mencapai Rp20,04 triliun dan ekuitas berada di level Rp20,01 triliun.

Iklan