BUMI Targetkan Produksi Batu Bara 73–75 Juta Ton per Tahun
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menargetkan produksi batu bara tetap stabil di kisaran 73–75 juta ton per tahun dengan dukungan cadangan sekitar 2,5 miliar ton. Perseroan juga mulai memperluas bisnis ke sektor mineral seperti emas, perak, dan bauksit melalui entitas BRMS.
Saham BUMI Anjlok 12,9 Persen dalam Sepekan ke Level Rp216 (Foto:BUMI)
Emitenhub.com - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menargetkan produksi batu bara tetap berada di kisaran 73–75 juta ton per tahun. Target tersebut didukung cadangan batu bara perseroan yang diperkirakan mencapai sekitar 2,5 miliar ton.
Head of Investor Relations BUMI, Yudicia Retnodewi, menyampaikan bahwa perseroan saat ini masih menjadi salah satu produsen batu bara termal terbesar di Indonesia. Operasi produksi BUMI ditopang oleh dua tambang utama, yakni Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin.
Pada 2024, produksi batu bara BUMI tercatat mencapai 74,7 juta ton atau sekitar 9 persen dari total produksi nasional. Untuk tahun 2025, perusahaan memperkirakan volume produksi akan tetap berada pada kisaran yang sama.
“Dan di tahun 2025 ini, most likely estimasi kita juga tetap di angka 73–75 juta ton untuk full year 2025 dan ini adalah data historical production kita dari tahun 2001 sampai estimated 2025,” ujar Yudicia dalam acara Investor Gathering 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis.
Yudicia menambahkan bahwa BUMI memiliki cadangan terbukti batu bara sekitar 2,5 miliar ton dengan sumber daya mencapai sekitar 6,8 miliar ton. Cadangan tersebut berasal dari tiga wilayah tambang utama, yakni Kaltim Prima Coal (KPC), Arutmin, dan Pendopo.
Menurutnya, lokasi tambang yang strategis turut mendukung distribusi batu bara ke berbagai pasar internasional, terutama kawasan Asia dan Eropa. Keunggulan tersebut diperkuat oleh operasional tambang terbuka yang didukung fasilitas pengolahan yang beroperasi selama 24 jam sepanjang tahun.
Perseroan juga memiliki berbagai infrastruktur pendukung dalam kegiatan operasional. Fasilitas tersebut mencakup terminal pemuatan, pelabuhan, hingga captive power plant yang menjadi bagian dari rantai operasional pertambangan perusahaan.
Di tengah dinamika pasar energi, BUMI juga mulai memperluas portofolio bisnis. Perseroan melakukan diversifikasi melalui kepemilikan saham di PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) serta pengembangan komoditas mineral lain seperti emas, perak, dan bauksit.
Dari sisi kinerja keuangan, hingga sembilan bulan 2025 BUMI mencatat pertumbuhan pendapatan sekitar 12 persen dengan kenaikan laba kotor sebesar 7 persen. Namun laba bersih tercatat turun sekitar 56 persen yang dipengaruhi adanya penyesuaian transaksi non-tunai pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Secara full year kalau dilihat dari 2024 versus 9 bulan 2025 kita masih on-track untuk growth dari batu baranya ini dari pendapatan selama full year 2025,” ujar Yudicia.


