Saham

Saham DEWA Stagnan di 540, Asing Masih Jual tapi Target Wajar Tembus 580

Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) bergerak stagnan di tengah tekanan jual asing setelah koreksi tajam. Meski valuasi dinilai tinggi, analis melihat potensi kenaikan seiring pertumbuhan laba dan efisiensi operasional yang berkelanjutan.

2 menit membaca
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
Pergerakan saham DEWA Darma Henwa di Bursa Efek Indonesia

Pergerakan saham DEWA di tengah aksi jual investor dan agenda rebalancing MSCI Indonesia(Sumber:Dewa)

Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) bergerak stagnan di level Rp540 pada perdagangan Selasa (16/12/2025). Saham emiten jasa pertambangan tersebut masih berada di bawah tekanan aksi jual investor asing.

Sebanyak 853,07 juta saham Darma Henwa diperdagangkan dengan frekuensi 44.702 kali dan nilai transaksi mencapai Rp460 miliar. Investor asing tercatat membukukan net sell sebesar Rp59,98 miliar pada saham berkode DEWA.

Sebelumnya, pada perdagangan Senin (15/12/2025), saham yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan Salim ini anjlok 10,74% dengan net sell asing mencapai Rp210,14 miliar. Meski demikian, saham DEWA masih mencatatkan lonjakan sekitar 138% dalam tiga bulan terakhir.

Sementara itu, Mandiri Sekuritas merekomendasikan buy saham Darma Henwa untuk strategi day trade pada Rabu (17/12/2025). Broker tersebut menetapkan target harga DEWA di level 570 dengan area support di 520.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) sebelumnya mengulas kinerja PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang mencatatkan hasil positif hingga 30 Juni 2025. Perseroan membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 6,44% secara year on year (yoy).

Laba bersih DEWA melonjak signifikan lebih dari 1.000%, tepatnya 1.079,96%, mencerminkan peningkatan efisiensi operasional dan perbaikan profitabilitas. Selain itu, arus kas dari aktivitas operasi meningkat 106,62%, menunjukkan kemampuan perseroan menghasilkan kas yang sehat dari kegiatan utama meski pertumbuhan pendapatan relatif moderat.

Menurut BRIDS, prospek DEWA tetap positif dengan dukungan ekspansi armada, elektrifikasi operasional, serta diversifikasi bisnis ke tambang tembaga melalui GMR.

“Dengan dukungan pendanaan yang kuat, target EBITDA Rp1,7 triliun, serta laba bersih Rp490 miliar pada 2025, valuasi saham masih dinilai menarik. Potensi kenaikan didukung efisiensi yang berkelanjutan serta prospek pertumbuhan jangka panjang,” lanjut BRIDS.

Pada saat riset tersebut disusun, harga saham DEWA berada di level Rp434 atau telah meningkat 267% secara year on year (yoy).

Menurut BRIDS, saham DEWA diperdagangkan pada valuasi PER 101 kali dan PBV 3,61 kali, yang tergolong tinggi dibandingkan rata-rata industri. Meski demikian, dengan potensi pertumbuhan laba yang kuat, valuasi tersebut dinilai masih memiliki ruang kenaikan.

Berdasarkan skenario +1 standar deviasi PER di level 135 kali, estimasi nilai wajar saham DEWA berada di kisaran Rp580 per saham.

PT Darma Henwa Tbk juga akan menyampaikan laporan keuangan sembilan bulan 2025 yang telah diaudit. Direktur Darma Henwa, Mukson Arif Rosyidi, menjelaskan perseroan akan melakukan audit atas laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir pada 30 September 2025.

Audit tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan penyusunan laporan keuangan auditan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, serta untuk memenuhi tujuan pelaporan lainnya.

“Sesuai ketentuan, laporan keuangan auditan tersebut akan kami sampaikan selambat-lambatnya pada 31 Desember 2025,” ujarnya dalam keterbukaan informasi belum lama ini.

Iklan