Iran Serang Teluk, Selat Hormuz Terancam dan Harga Minyak Dunia Jadi Sorotan
Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah serangan rudal dan drone memicu respons dari sejumlah negara Arab serta Amerika Serikat. Di tengah ancaman terhadap Selat Hormuz, pasar global mulai menyoroti risiko gangguan pasokan energi dan dampaknya terhadap harga minyak dunia.
Ilustrasi ketegangan di kawasan Teluk setelah serangan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap Selat Hormuz dan harga minyak dunia Foto: Reuters
Emitenhub.com - Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk kembali meningkat setelah serangan rudal dan drone dilaporkan terjadi pada Minggu. Situasi ini berkembang usai Iran mengancam akan memperluas operasi militernya dan meminta evakuasi dari tiga pelabuhan besar di Uni Emirat Arab.
Bahrain, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyatakan sedang berupaya mencegat proyektil yang masuk ke wilayah masing-masing. Peringatan itu muncul sehari setelah Iran menyerukan evakuasi pelabuhan di Uni Emirat Arab dan untuk pertama kalinya mengancam aset nonmiliter milik negara tetangga.
Serangan Iran ke kawasan Teluk disebut menjadi bagian dari perang yang lebih luas dengan Amerika Serikat dan Israel yang kini memasuki pekan ketiga. Sebelumnya, Iran menuduh Amerika Serikat menggunakan pelabuhan, dermaga, dan lokasi persembunyian di Uni Emirat Arab untuk melancarkan serangan ke Pulau Kharg. Pulau itu merupakan terminal utama ekspor minyak Iran.
Tuduhan tersebut tidak disertai bukti. Pemerintah Uni Emirat Arab bersama sejumlah negara Teluk lain yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat membantah wilayah darat maupun udara mereka digunakan untuk menyerang Iran.
Serangan di kawasan Teluk dilaporkan telah menewaskan sedikitnya belasan warga sipil. Sebagian besar korban disebut merupakan pekerja migran.
Korban di pihak Amerika Serikat juga terus bertambah sejak konflik pecah. Sedikitnya 13 personel militer dilaporkan tewas, dengan tujuh gugur dalam pertempuran dan enam lainnya meninggal akibat kecelakaan pesawat militer di Irak pada pekan lalu.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya berharap negara-negara sekutu mengirim kapal perang untuk menjaga jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka dan aman. Pernyataan itu disampaikan Trump, dikutip dari AP, Ahad, 15 Maret 2026.
Di saat yang sama, krisis kemanusiaan di Lebanon kian memburuk. Lebih dari 800 orang dilaporkan tewas dan sekitar 850.000 penduduk terpaksa mengungsi setelah Israel melancarkan serangan terhadap kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan serangan Amerika Serikat terhadap Pulau Kharg dan Pulau Abu Musa dilancarkan dari dua lokasi di Uni Emirat Arab, yakni Ras Al Khaimah dan wilayah yang disebutnya sangat dekat dengan Dubai. Ia menyebut situasi tersebut berbahaya dan menegaskan Iran akan berupaya menghindari serangan ke wilayah berpenduduk.
“Iran akan berusaha berhati-hati agar tidak menyerang wilayah yang dihuni penduduk di sana,” ujar Araghchi.
Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan tidak memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut. Di sisi lain, penasihat diplomatik Presiden Uni Emirat Arab Anwar Gargash menolak klaim bahwa Amerika Serikat menggunakan wilayah negaranya sebagai pangkalan serangan terhadap Iran.
Selama konflik berlangsung, Iran disebut telah meluncurkan ratusan rudal dan drone ke negara-negara Teluk Arab. Teheran menyatakan serangan itu menargetkan aset milik Amerika Serikat, meski sejumlah proyektil dilaporkan mengenai atau nyaris mengenai fasilitas sipil seperti bandara dan ladang minyak. Araghchi menegaskan penutupan Selat Hormuz hanya ditujukan bagi pihak yang menyerang Iran beserta sekutunya.
“Selat Hormuz ditutup hanya bagi mereka yang menyerang kami dan sekutunya,” katanya.
Kekhawatiran global terhadap pasokan energi dan harga minyak dunia ikut meningkat di tengah situasi ini. Dalam konteks tersebut, Trump kembali menyerukan agar sekutu Amerika Serikat terlibat menjaga keamanan salah satu jalur energi utama dunia itu.
Ia berharap China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara lain mengirim kapal perang untuk menjaga jalur pelayaran tetap aman.
Pemerintah Inggris menyatakan tengah membahas berbagai opsi bersama negara-negara sekutu untuk mengamankan jalur pelayaran. Melalui unggahan di media sosial, Araghchi juga mendesak negara tetangga Iran agar mengusir pasukan asing yang ia sebut sebagai agresor. Ia bahkan menyebut seruan Trump untuk mengirim kapal perang sebagai bentuk permohonan.
Komando militer gabungan Iran kembali menegaskan ancaman serangan terhadap infrastruktur minyak, ekonomi, dan energi yang terkait dengan Amerika Serikat di kawasan. Peringatan itu ditujukan jika fasilitas minyak Iran menjadi sasaran serangan.
Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan serangan di Pulau Kharg tidak menimbulkan kerusakan pada infrastruktur minyak. Serangan tersebut disebut menyasar fasilitas pertahanan udara, pangkalan angkatan laut, menara pengawas bandara, serta hanggar helikopter milik perusahaan minyak lepas pantai.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat juga mengumumkan identitas enam personel militer yang tewas dalam kecelakaan pesawat pengisian bahan bakar militer saat mendukung operasi melawan Iran. Pesawat itu jatuh di wilayah barat Irak setelah insiden yang melibatkan dua pesawat di wilayah udara yang disebut aman bagi pasukan sendiri.
Satu pesawat lain dilaporkan berhasil mendarat dengan selamat. Di Baghdad, sebuah rudal juga menghantam area helipad di kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat pada Sabtu. Belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Kompleks kedutaan itu merupakan salah satu fasilitas diplomatik terbesar milik Amerika Serikat di dunia. Lokasi tersebut selama ini kerap menjadi sasaran serangan roket maupun drone dari kelompok milisi yang bersekutu dengan Iran. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat kembali memperingatkan warganya di Irak agar segera meninggalkan negara itu.
Pemerintah Amerika Serikat juga menegaskan bahwa kelompok milisi yang bersekutu dengan Iran kemungkinan masih akan menargetkan warga negara Amerika, kepentingan Amerika, serta infrastruktur yang terkait dengan negara tersebut.

