Market

Saham Energi Melonjak Sepanjang 2025, RMKE hingga ENRG Jadi Top Performer

Saham sektor energi mencatatkan kinerja impresif sepanjang 2025 seiring aksi korporasi dan membaiknya sentimen pasar saham. Indeks sektor energi melesat 63,66 persen YtD, dengan RMK Energy dan Energi Mega Persada memimpin penguatan.

3 menit membaca
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
Kinerja saham sektor energi terbaik di Bursa Efek Indonesia tahun 2025

Kinerja saham sektor energi terbaik di Bursa Efek Indonesia tahun 2025

Emitenhub - Kinerja sejumlah saham sektor energi mencatat lonjakan signifikan sepanjang 2025, didorong aksi korporasi, rencana ekspansi, serta membaiknya sentimen terhadap emiten tambang dan jasa penunjangnya.

Hingga 23 Desember 2025, indeks sektor energi melesat 63,66 persen secara year to date (YtD) dan menempati peringkat kelima tertinggi dari total 11 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penguatan sektor energi sejalan dengan tren positif pasar saham secara keseluruhan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 21,67 persen secara year to date dan berada di level 8.614 hingga sesi I perdagangan 23 Desember 2025.

Sepanjang tahun ini, IHSG beberapa kali mencetak rekor tertinggi baru setelah bangkit tajam dari fase tekanan pada periode Februari hingga April lalu.

Pada periode tersebut, pasar saham domestik sempat tertekan oleh isu perang dagang Amerika Serikat serta melemahnya minat investor asing terhadap saham dalam negeri. Kondisi itu memicu tekanan jual dan meningkatkan volatilitas pasar.

Namun, membaiknya sentimen global, kembalinya aliran dana ke pasar berkembang, serta euforia saham-saham konglomerat besar mendorong pemulihan pasar saham secara bertahap.

Sejumlah saham energi mencatatkan kenaikan signifikan sepanjang 2025. PT RMK Energy Tbk (RMKE) memimpin penguatan dengan lonjakan harga hingga 900,00 persen secara year to date ke level Rp4.980 per saham, menjadikannya top performer di sektor energi.

Di posisi berikutnya, emiten Grup Bakrie PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menguat 536,96 persen YtD ke Rp1.465 per saham. Kenaikan juga dicatat PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang melonjak 440,54 persen ke Rp600 per saham, disusul PT GTS Internasional Tbk (GTSI) dengan penguatan 436,36 persen secara YtD.

Saham berbasis jasa dan logistik energi turut menikmati reli sepanjang tahun ini. PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) mencatatkan kenaikan 350,58 persen, diikuti PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) yang menguat 345,54 persen, serta PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) yang melesat 316,00 persen secara year to date.

Sementara itu, emiten kontraktor tambang milik Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO), membukukan kenaikan 282,81 persen YtD. Penguatan juga dicatat PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) yang terafiliasi dengan Haji Isam, dengan lonjakan 271,20 persen sepanjang 2025.

Namun, tidak seluruh saham sektor energi mencatatkan kinerja positif. Saham PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) justru anjlok 70,71 persen secara year to date, sementara saham PT Hilcon Tbk (HILL) tergerus 68,88 persen sepanjang 2025.

Saham-saham emiten batu bara juga berada di bawah tekanan seiring penurunan harga komoditas energi acuan serta minimnya katalis positif di sektor tersebut. Beberapa saham batu bara yang melemah antara lain DOID yang turun 42,34 persen, KKGI 39,13 persen, BYAN 21,85 persen, ABMM 21,47 persen, GEMS 21,18 persen, ITMG 18,07 persen, dan PTBA 17,09 persen.

Iklan